REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, menegaskan bahwa Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) memiliki peran vital sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda Islam. Kegiatan ini dinilai bukan sekadar kompetisi membaca Al Quran, melainkan wadah strategis untuk menanamkan akhlak mulia.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan hal tersebut di Jayapura pada Sabtu. Ia menjelaskan bahwa MTQ merupakan wadah yang baik bagi pengembangan minat dan bakat generasi muda, khususnya umat Islam di Kota Jayapura.
"MTQ merupakan wadah yang baik bagi pengembangan minat bakat generasi muda khususnya umat Islam di Kota Jayapura untuk memiliki akhlak yang baik serta menjadikan nilai-nilai Al Quran sebagai pedoman dalam kehidupan setiap hari," kata Rustan Saru.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Benteng dari Pengaruh Negatif
Lebih lanjut, Rustan menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti MTQ dapat menjadi benteng yang kokoh bagi generasi muda. Ia menyebutkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan positif ini dapat melindungi mereka dari berbagai pengaruh buruk.
Menurutnya, pengaruh negatif yang mengancam generasi muda saat ini antara lain adalah pergaulan bebas, tawuran antarpelajar, dan penyalahgunaan narkoba. "Penting sekali membawa generasi muda untuk dekat kepada hal yang positif dan salah satunya adalah kegiatan MTQ," ujarnya.
Persiapan Menuju MTQ Tingkat Provinsi
Sementara itu, Manajer MTQ Kota Jayapura, Abdul Majid, menyampaikan apresiasi kepada Pemkot Jayapura atas dukungan penuh yang diberikan. Dukungan tersebut diberikan terhadap keikutsertaan kontingen dalam ajang MTQ Ke-31 tingkat Provinsi Papua.
Abdul Majid menjelaskan bahwa Kota Jayapura mengirimkan sebanyak 38 anggota kafilah untuk bertanding. Para peserta ini akan berlaga di sejumlah cabang lomba, baik untuk kategori putra maupun putri.
"Kami berharap kafilah Kota Jayapura mampu memberikan penampilan terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah pada ajang MTQ tingkat Provinsi Papua pada 2026," kata Abdul Majid.