JPFA hingga Adaro Ikut Ramaikan Pencatatan Obligasi dan Sukuk Pekan Ini

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Di tengah maraknya IPO, pencatatan obligasi korporasi juga ikut meramaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini (6-10 Juli).

Di tengah maraknya IPO, pencatatan obligasi korporasi juga ikut meramaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini (6-10 Juli). (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Di tengah maraknya IPO, pencatatan obligasi korporasi juga ikut meramaikan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan ini (6-10 Juli). Setidaknya terdapat 18 perusahaan yang mencatatkan surat utang, baik konvensional maupun syariah alias sukuk di BEI.

Sejumlah perusahaan yang ikut tersebut di antaranya PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT Bank UOB Indonesia, PT Pegadaian (Persero), PT CIMB Niaga Auto Finance, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP), PT Indonesia Infrastructure Finance, hingga PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

Baca Juga:
Bank Mandiri (BMRI) Lunasi Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Seri A Rp5 Triliun

PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mengawali pencatatan obligasi di Bursa pada 8 Juli 2026. Perusahaan raksasa peternakan itu mencatat obligasi dengan emisi Rp500 miliar dengan rating A+ (Single A Plus) dari Pefindo.

Japfa menerbitkan dua seri obligasi yakni seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon 9,25 persen dan seri B dengan tenor 5 tahun dan kupon 9,50 persen. 

Baca Juga:
Jelang Jatuh Tempo, UOB Indonesia Alokasikan Rp102,46 Miliar untuk Obligasi

Selain itu, ada juga PT Pindo Deli Pulp and Paper Mills, bagian dari Sinarmas Group. Perusahaan kertas itu menerbitkan obligasi senilai Rp455,96 miliar dengan dua seri, yakni seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon 10 persen serta seri B dengan tenor 5 tahun dan kupon 10,5 persen.

Selain itu, Pindo Deli juga merilis sukuk mudharabah dengan emisi Rp487,4 miliar. Sukuk tersebut diterbitkan dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor 3 tahun dan nisbah 41,58 persen dan indikasi bagi hasil 10 persen serta seri B dengan tenor 5 tahun dan nisbah 43,66 persen dan indikasi imbal hasil 10,5 persen.

PT Adaro Indonesia bagian dari Adaro Group juga mencatatkan obligasi di BEI pada 8 Juli 2026. Adaro menerbitkan dua seri, yakni seri A bertenor 370 hari dengan bunga tetap 8,25 persen dan seri B bertenor 3 tahun dengan bunga tetap 9 persen. Rating obligasi Adaro yakni adAA (Double A).

Perusahaan Sinarmas lainnya yang mencatatkan obligasi yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan pokok obligasi Rp233,4 miliar. Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri, yakni seri A dengan tenor 3 tahun dan kupon 8,25 persen serta seri B dengan tenor 5 tahun dan kupon 8,5 persen.

(Rahmat Fiansyah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Babak Baru Kasus Eks Jampidsus Febrie: dari Mundur hingga Jadi Tersangka
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Review ICDE: Universitas Terbuka Punya Dampak Nasional Berkualitas Global
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Head to Head Norwegia vs Inggris: The Three Lions Pernah Permak The Viking 6-0
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Tak Cukup Andalkan Alam, Yusuf Bora Desak Destinasi Wisata Sumba Barat Daya Dibenahi
• 20 jam laluokezone.com
thumb
Gubernur Bali tutup PKB 2026 dengan 1,8 juta pengunjung sebulan
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.