Hingga 10 Juli 2026, BEI mencatat tujuh perusahaan resmi melantai lewat IPO, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun. Saidu Solihin, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, menyebutkan masih ada empat perusahaan lagi yang tengah mengantre untuk go public.
Pada Minggu (12/7/2026), Antara melaporkan, dari keempat calon emiten tersebut, dua di antaranya tergolong perusahaan beraset besar (di atas Rp250 miliar), sementara dua lainnya berskala aset kecil (di bawah Rp50 miliar), sesuai kategori dalam POJK Nomor 53/POJK.04/2017.
Dari sisi sektor, dua perusahaan bergerak di bidang kesehatan, satu di sektor barang konsumen primer, dan satu lagi di sektor barang baku.
Dengan tambahan tujuh emiten baru ini, jumlah perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia kini mencapai 963, menuju target 1.100 perusahaan pada 2030.
Di sisi lain, penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) tercatat sebanyak 109 emisi dari 59 penerbit, dengan total dana terkumpul Rp100,12 triliun. Masih ada 12 emisi dari 11 penerbit lain yang berada dalam antrean penerbitan, mencakup berbagai sektor.
Untuk aksi rights issue, sudah ada empat perusahaan yang melaksanakannya dengan total nilai Rp3,89 triliun, sementara satu perusahaan dari sektor properti masih menunggu giliran untuk melakukan rights issue.(ant/iss)




