Grid.ID- Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias berinisial AL (30) ditemukan tewas di halaman Apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Jumat (10/7/2026). Pria berusia 30 tahun itu diduga jatuh dari lantai 12 apartemen.
Hingga kini, kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya korban. Hal itu karena ada beberapa kesaksian terkait kasus meninggalnya ASN tersebut.
Ada yang menyebut AL meninggal bunuh diri, namun ada pula yang menyebut korban sempat ribut dengan seseorang. Lantas bagaimana kronologi ASN di Nias tewas diduga jatuh dari lantai 12 apartemen? Simak penjelasannya.
Kronologi ASN di Nias Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 12 Apartemen
AL, seorang aparatur sipil negara (ASN) di Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kabupaten Nias, Sumatera Utara ditemukan tewas di apartemen Skyview Setia Budi, Jalan Abdul Hakim Kelurahan Padang Bulan Selayang, Kecamatan Medan Selayang. Insiden itu terjadi pada Jumat (10/7/2026).
Melansir Tribunnews.com, Kepala Lingkungan Junaidi Sembiring mengatakan, peristiwa itu terjadi Jumat (10/11/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. Meski begitu, Junaidi baru mendapat informasi dari manajemen Skyview sekira pukul 06.30 WIB.
Junaidi mengaku mendapat informasi dari manajemen Skyview Setia Budi bahwa korban diduga melompat dari lantai 12 apartemen.
"Informasinya dia melompat dari lantai 12 apartemen. Begitu saja info yang saya terima," kata Junaidi Sembiring, Sabtu (11/7/2026).
Saat ditemukan, kaki sebelah kanan korban telah terpisah dari tubuhnya. Selain itu terdapat sejumlah luka di mulut dan darah bercucuran di tubuhnya.
Penjelasan serupa juga diungkap oleh Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Herman Sentosa. Ia mengatakan, korban diduga terjatuh dari lantai 12 apartemen pada pagi hari.
"Kabarnya korban jatuh dari lantai 12, kamar 26," kata Herman saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/7/2026).
"Untuk kondisi kakinya benar putus di sebelah kanan," ujarnya.
Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
"Jenazah korban sudah diotopsi lalu diserahkan ke keluarga," ucap Herman.
Penyebab Kematian Diselidiki
Herman menyebut polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban. Berdasarkan informasi awal, sebelum ditemukan tewas, korban diketahui berada seorang diri di dalam kamar apartemen.
"Kabarnya korban sendirian di kamar itu. Lalu bunuh diri dengan melompat. Tapi ini masih diselidiki apakah benar atau tidak serta penyebab kematian," ungkap Herman.
Meski begitu, berdasarkan pernyataan petugas keamanan, ada dua informasi yang berkembang di kalangan penghuni itu. Ada yang menyebut korban meninggal dunia karena bunuh diri, namun ada pula yang menyebut korban sempat bertengkar dengan seseorang.
Ada yang bilang bunuh diri. Tapi ada juga yang bilang sempat ribut sama orang lain," ujarnya.
Oleh karena itu, polisi masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Demikianlah kronologi ASN di Nias tewas usai diduga terjatuh dari lantai 12 apartemen. (*)
Artikel Asli




