Konser 30 Tahun Project Pop menjadi berita populer sepanjang Sabtu (11/7). Selain itu, berita soal kolaborasi musisi Malaysia dan Indonesia garap lagu Our Power juga menjadi sorotan.
Berikut adalah rangkuman dari 5 berita populer yang menyita perhatian sepanjang hari kemarin.
1. Project Pop Gelar Konser 30 Tahun, Kenang Awal Perjalanan Bareng OonProject Pop siap menggebrak panggung dengan konser spesial 30 tahun bertajuk "Forever Young Forever Fun" di Tennis Indoor Senayan, pada 8 Agustus 2026. Grup yang digawangi Yosi, Udjo, Tika Panggabean, Gugum, dan Odie ini ingin membuktikan eksistensi mereka setelah tiga dekade berkarya. Udjo mengenang bagaimana banyak pihak meremehkan mereka di awal karier, namun kini Project Pop berhasil bertahan tanpa gonta-ganti personel, dengan kedekatan yang sudah seperti keluarga.
Konser ini juga menjadi ajang mengenang sosok mendiang Muhammad Fachroni alias Oon. Spirit Oon akan dihadirkan melalui visual di atas panggung, menciptakan momen sentimentil dan emosional yang mengingatkan kembali awal mula perjalanan mereka.
Tak cuma itu, para penggemar juga bakal dimanjakan dengan deretan kolaborasi lintas genre. Ada Inul Daratista yang siap membawakan lagu hit "Dangdut Is The Music Of My Country", dan Tika Panggabean bahkan iseng berharap bonus kehadiran Mas Adam Suseno. Selain Inul, panggung 30 tahun Project Pop juga akan diramaikan oleh P Project, sang senior, serta grup Gen Z NPD (New Pusat Dunia) yang menurut Tika, punya warna musik yang Project Pop banget!
2. Musisi Indonesia-Malaysia Rilis Lagu Our Power, Seluruh Royalti untuk PalestinaSebuah kolaborasi epik antara musisi Indonesia dan Malaysia baru saja merilis single berjudul "Our Power". Lagu bergenre pop-rock alternatif ini bukan sekadar karya musik biasa, melainkan sebuah seruan lantang untuk kemerdekaan Palestina dan penghentian genosida di Gaza. Proyek mulia ini digagas oleh Tanah Para Nabi (TPN) Movement bersama Friends of Palestine, melibatkan nama-nama keren seperti Bella Fawzi, Cholil Mahmud, Noh Salleh, Eka Annash, Lala Karmela, dan Kayda.
Bella Fawzi mengungkapkan bahwa "Our Power" lahir dari keresahan para musisi terhadap konflik yang tak kunjung usai di Palestina, dengan keyakinan bahwa musik punya kekuatan besar untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Noh Salleh, musisi dari Malaysia, juga menambahkan perspektif yang menyentuh, bahwa Palestina-lah yang justru membebaskan kita, menyatukan Indonesia dan Malaysia yang seringkali "terpisah karena urusan mi goreng atau rendang", kini bersatu demi kemanusiaan.
Proses kreatif lagu ini terbilang unik, dikerjakan jarak jauh selama sebulan dengan rekaman vokal di studio Indonesia dan Malaysia. Fia Fellow, sang produser dan arranger, menegaskan bahwa musik adalah cara mereka bersuara untuk yang tak mampu. Eka Annash juga berharap vibe lagu yang penuh energi ini bisa dirasakan para pendengar. Yang paling bikin salut, seluruh royalti dari lagu "Our Power" akan disumbangkan penuh untuk membantu warga Palestina melalui NGO Friends of Palestine, dan bahkan akan menjadi anthem bagi gerakan kemanusiaan seperti Global Sumud Flotilla dan Global March.
3. Andika Mahesa Ungkap Penyesalan soal Waktu Bersama AnakVokalis Kangen Band, Andika Mahesa, alias Babang Tamvan, blak-blakan mengungkapkan penyesalannya terkait minimnya waktu yang ia habiskan bersama anak-anaknya. Kesibukan sebagai musisi memang menuntutnya untuk sering berada di luar rumah, sebuah kenyataan pahit yang harus ia rasakan lantaran kehilangan momen tumbuh kembang buah hatinya. "Orang tua musisi pasti pernah ngerasain apa yang gue rasain, musisi pasti. Karena kan musisi itu jarang di rumah banyakan di luar," curhat Andika di Mampang, Jakarta Selatan.
Rasa rindu yang mendalam seringkali menghampirinya, terutama saat mengingat momen-momen yang terlewat bersama putri-putrinya, Kirana dan Anjani. Andika mengaku menyesal tak bisa selalu ada di samping mereka saat dibutuhkan. "Paling nangis lah nyesal enggak ada momen-momen sama dia gitu," ujarnya.
Dengan jadwal manggung yang bisa mencapai tiga hingga empat kali seminggu, quality time menjadi barang mewah. Andika pun harus memutar otak agar bisa membagi perhatiannya di tengah padatnya jadwal, memastikan tidak ada satu pun anaknya yang merasa terabaikan. "Saya paham betul anak saya bukan satu, saya harus berbagi waktu ke mana-mana jadi gak bisa cuma ke saya, karena pekerjaan saya memang dari awal di sini gitu," tutupnya, menggambarkan dilema yang kerap dialami para seniman.
4. Jelang The Odyssey Rilis, Kuda Troya Sapa Pengunjung di Senayan CityPara pengunjung Senayan City dikejutkan dengan kehadiran instalasi Kuda Troya raksasa setinggi enam meter di area The Crystal sejak Kamis (9/7). Ini bukan sembarang patung, melainkan bagian dari kampanye global untuk film terbaru sutradara legendaris Christopher Nolan, "The Odyssey". Instalasi ikonik dari mitologi Yunani ini menjadi undangan bagi para penggemar untuk menyelami dunia epik Homer yang diadaptasi Nolan ke layar lebar.
Universal Pictures Indonesia menyebut bahwa instalasi Kuda Troya ini adalah yang pertama di area tersebut dan satu-satunya yang hadir di Asia. Julius Daniel Suhakri, Head of Marketing Universal Pictures Indonesia, menjelaskan bahwa Kuda Troya ini melambangkan esensi cerita, menjadi "simbol dari perjalanan film Odysseus" dan titik balik dalam hidup sang karakter utama. Ini ibarat semacam easter egg yang bikin makin penasaran dengan jalan cerita filmnya.
"The Odyssey" sendiri digadang-gadang sebagai salah satu proyek paling ambisius tahun 2026. Di bawah arahan Christopher Nolan, film ini mencetak sejarah sebagai film panjang pertama yang sepenuhnya direkam menggunakan kamera film IMAX. Deretan bintang Hollywood kelas A seperti Matt Damon, Tom Holland, Anne Hathaway, Robert Pattinson, Lupita Nyong'o, Zendaya, Charlize Theron, Samantha Morton, dan John Leguizamo siap memanjakan mata penonton. Film ini akan tayang eksklusif di IMAX selama 3 minggu mulai 15 Juli 2026, sebelum merambah bioskop umum. Instalasi Kuda Troya bisa dinikmati hingga 26 Juli 2026.
5. Richa Novisha Bahagia Film Lastri Jadi Kenangan Terakhir Gary IskakRicha Novisha, istri mendiang Gary Iskak, hadir di gala premier film terbaru Abelle Pictures berjudul "Lastri: Arwah Kembang Desa". Momen ini tentu bukan hal mudah baginya, karena film ini merupakan karya terakhir dari sang suami tercinta. Richa mengaku harus mempersiapkan hati dan mental untuk menyaksikan film tersebut.
Meski berat, perempuan 40 tahun itu justru merasa bahagia. Baginya, "Lastri: Arwah Kembang Desa" bukan hanya sekadar film horor, melainkan kenangan abadi yang akan selalu terkenang seumur hidup. Film ini menjadi medium spesial baginya untuk melepas rindu dengan sosok Gary Iskak. "Senang banget ada kenangan memori yang insyaallah akan terkenang seumur hidup dengan menonton film ini. Setidaknya ada momen mengobati kangen ya, begitu," ucap Richa.
Sebagai seorang istri, Richa juga antusias menanti reaksi publik terhadap film tersebut. Ia yakin filmnya akan bagus, dilihat dari trailernya. "Lastri: Arwah Kembang Desa" sendiri adalah drama horor yang mengangkat urban legend dengan latar waktu tahun 1980-an. Film ini menceritakan teror gaib yang dialami Atmi, yang dihantui arwah Lastri yang menuntut balas dendam atas pengalaman kelam 30 tahun silam. Dibintangi oleh Hana Saraswati, Audy Bella, Yama Carlos, Gary Iskak, Nando Hilmy, Debby Sahartian, dan Ratu Meta, film ini siap tayang di bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026.





