Jakarta: Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mendukung pelaksanaan skrining dan deteksi dini anemia pada ibu hamil dan balita yang disertai edukasi gizi berkala untuk mencegah gangguan kesehatan. Sebab, masalah kesehatan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
"Menyiapkan generasi yang unggul tidak hanya dilakukan melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga dengan memastikan kesehatan dan pemenuhan gizi sejak awal kehidupan," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di sela kegiatan Skrining dan Edukasi Pencegahan Anemia untuk Generasi Sehat dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Jakarta, dilansir dari Antara, Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut dia, pemenuhan zat besi pada perempuan dan anak penting, karena berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi anemia ibu hamil mencapai 27,7 persen, sedangkan balita mencapai 23,08 persen, serta 15,5 persen pada remaja putri.
Dia menegaskan pemenuhan hak anak atas kesehatan harus dimulai sejak dalam kandungan sebagai fondasi dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Menurut dia, anemia pada ibu hamil maupun anak dapat menghambat tumbuh kembang anak dan berdampak pada kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Kesehatan ilustrasi. Dok Medcom.id
Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang menyeluruh sejak dini melalui skrining kesehatan, edukasi gizi bagi ibu dan keluarga, pembelajaran gizi seimbang bagi anak usia dini, serta penciptaan lingkungan yang sehat dan ramah anak guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
"Bagi KemenPPPA, pemenuhan hak anak dimulai, bahkan sebelum seorang anak dilahirkan. Anak yang masih berada di dalam kandungan berhak memperoleh perlindungan, kesehatan, dan gizi yang optimal," kata Arifah.
Baca Juga :
CKG di Jaktim Terintegrasi dengan Skrining TBCMenurut dia, upaya tersebut sejalan dengan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada Fase Seribu Hari Pertama Kehidupan, yang menjadi landasan pemerintah dalam memperkuat pemenuhan hak kesehatan ibu dan anak.




