HARIAN.FAJAR.CO.ID, BONE – Sekolah Islam Athirah Bone resmi menyambut ratusan siswa baru tingkat SMP dan SMA dalam acara Welcoming Day yang digelar pada Sabtu, 12 Juli 2026. Acara yang berlangsung khidmat di kompleks Sekolah Islam Athirah Bone, Jl. Sungai Musi, Panyula, Kabupaten Bone ini, menandai dimulainya tahun ajaran baru bagi para siswa.
Pada tahun ini, Sekolah Islam Athirah Bone menerima total 188 siswa baru, yang terdiri dari 95 siswa SMA dan 93 siswa SMP. Seluruh siswa tersebut dijaring melalui dua jalur masuk, yakni jalur mandiri dan jalur beasiswa. Tercatat sebanyak 22 siswa SMP dan 15 siswa SMA berhasil lolos melalui jalur beasiswa penuh.
Acara penyambutan yang berpusat di Masjid Sekolah Islam Athirah dihadiri Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. Dalam sambutannya, Bupati Bone menekankan pentingnya keseimbangan pendidikan bagi generasi muda.
“Anak-anak kita kelak akan dituntut dua hal besar, yakni keberhasilan di dunia dan keselamatan di akhirat,” ujar H. Andi Asman Sulaiman.
Menariknya, Bupati Bone juga membagikan testimoni pribadinya yang ikut menitipkan sang putri untuk menempuh pendidikan di sekolah ini. Beliau mengaku sangat percaya dengan kualitas lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Kalla ini.
“Saya percayakan putri saya kepada lembaga ternama, Athirah, karena ini merupakan impian ananda sendiri, selain dari SMA Taruna Nusantara,” tambahnya disambut tepuk tangan hadirin.
Selain prosesi penyambutan, pihak panitia juga menggelar Seminar Parenting bertajuk “Membangun Daya Juang Anak Melalui Sinergi Orang Tua dan Sekolah”. Seminar ini dibawakan langsung oleh Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah III, Syamsul Bahri, S.Pd.I., M.Pd.
Dalam pemaparannya, Wakil direktur wilayah Bone ini mengutip pemikiran sosiolog legendaris Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah, bahwa “Kesulitan melahirkan kekuatan yang membawa kepada kesuksesan, yang dari situ akan banyak kemudahan.”
Menurutnya, sistem boarding school (sekolah berasrama) di Athirah sengaja mendesain beberapa tantangan dan kesulitan hidup mandiri untuk membentuk mental juara anak. Ia menegaskan ada lima indikator utama karakter yang harus dimiliki generasi masa depan, yang dirangkum dalam konsep “5 AR”:Pintar (Kecerdasan intelektual), Segar (Berpikiran jernih dan inovatif), Bugar (Kesehatan fisik yang prima), Tegar (Memiliki daya juang dan mental yang kuat), Benar (Memiliki fondasi moral dan agama yang lurus).
“Generasi yang diharapkan dari sisi karakter adalah siswa yang berkarakter kuat dan baik; yang ikhlas, jujur, tawaddu, dan berdisiplin. Anak yang memiliki daya juang tinggi adalah anak yang punya cita-cita besar. Oleh karena itu, harus ada komunikasi yang baik dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua,” jelas Syamsul Bahri.
Setelah pemaparan program sekolah di SMP dan SMA, serta program asrama oleh masing-masing wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan kepala asrama, sebagai penutup rangkaian acara, dilaksanakan prosesi penandatanganan jaminan mutu pendidikan serta surat perjanjian beasiswa. Prosesi ini diwakili oleh masing-masing satu perwakilan siswa dari tingkat SMP dan SMA beserta orang tua mereka.
Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama antara sekolah, siswa, dan orang tua untuk bekerja sama mencetak generasi emas yang unggul secara akademik dan berakhlak mulia selama menempuh pendidikan di Sekolah Islam Athirah Bone. (an)





