Perum Bulog berencana menambah dua gudang baru di Papua sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik pangan nasional.
IDXChannel - Perum Bulog berencana menambah dua gudang baru di Papua sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik pangan nasional. Penambahan tersebut dilakukan karena jumlah gudang yang ada saat ini dinilai masih belum mencukupi untuk melayani seluruh kabupaten dan kota di wilayah Papua.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dua gudang baru akan dibangun di dua titik di wilayah Merauke, di mana titik pertama berlokasi di distrik Merauke sendiri, kemudian yang kedua akan dibangun di distrik Wanam yang saat ini dikembangkan menjadi Proyek Strategis Nasional (PSN) pusat Cadangan Pangan Nasional.
"Saat ini akan ada (pembangunan) dua titik, yang pertama tuh di Merauke, kemudian yang kedua tuh juga ada di Wanam, kemudian ada juga, Wanam tuh bagian Merauke ya, Wanam tuh salah satu distrik di Merauke," katanya di kawasan Bintaro, Jakarta, Sabtu (12/8/2026).
Selain itu, Bulog juga berencana membangun gudang di salah satu kabupaten di Papua Pegunungan dalam beberapa waktu ke depan. Namun, penentuan lokasi masih dipelajari dengan mempertimbangkan kondisi geografis dan akses distribusi material.
"Apakah nanti ditambah di Wamena atau tambah lagi di Intan Jaya atau Lanny Jaya, kita belum ada ini, sedang kita pelajari, kira-kira potensi untuk naikkan materialnya ini agak sulit, karena tidak semua barang bisa dikirim dengan jalan darat, harus dengan pesawat kalau di Papua Pegunungan, ini yang menjadi pertimbangan," lanjutnya.
Rizal menjelaskan, setiap gudang yang dibangun akan memiliki kapasitas penyimpanan minimal 1.000 ton hingga maksimal 3.500 ton. Menurutnya, saat ini Bulog memiliki sekitar 16 gudang di Papua, yang mana jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menjangkau seluruh wilayah.
"Dan ini akan bertambah terus. Kalau gudang Bulog di Papua itu sekitar ada 16 gudang, itu masih sangat kurang kalau menurut kami. Kalau idealnya harus minimal 30 atau 40 gudang, karena untuk menyukupi seluruh kabupaten kota disana. Karena disana tidak semua kabupaten kota ada gudang," katanya.
Adapun nantinya dalam proses penyimpanan dan distribusi Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah, Bulog juga menggandeng TNI dan Polri untuk memastikan penyaluran berjalan aman hingga sampai ke masyarakat.
"Khusus Papua mulai proses distribusi, mulai proses penyaluran, kami bersinergi dengan TNI dan Polri. Karena untuk memastikan CBP itu sampai ke tangan masyarakat dan aman, karena memang terutama di Papua Pegunungan dengan Papua Tengah yang menjadi atensi. Kalau yang Papua yang lain aman, nggak ada masalah," pungkas Rizal.
(Rahmat Fiansyah)





