HARIAN.FAJAR.CO ID, JAKARTA – Piala Dunia 2026 memasuki babak semifinal dengan empat negara yang pernah mengangkat trofi juara, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan juara bertahan Argentina, yang masing-masing menunjukkan karakter dan kekuatan unik dalam perjalanan mereka ke empat besar.
Pada babak semifinal Prancis akan berjumpa Spanyol. Sementara Inggris menantang Argentina.
Prancis
Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang memenangkan seluruh enam pertandingan tanpa perpanjangan waktu, mencetak 16 gol dan hanya kebobolan dua kali. Dengan keseimbangan antarlini yang solid serta ketajaman Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele, Les Bleus berpeluang mencapai final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun setelah juara pada 2018 dan runner-up pada 2022.
Namun, kemenangan tipis 1-0 atas Paraguay menunjukkan bahwa Prancis dapat mengalami kesulitan ketika menghadapi lawan yang bertahan rapat dan membatasi ruang di kotak penalti. Mereka baru memecah kebuntuan melalui penalti Mbappe pada babak kedua.
Spanyol
Spanyol kembali ke semifinal untuk pertama kali sejak menjuarai Piala Dunia 2010. La Roja menunjukkan kebangkitan setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Tanjung Verde di laga pembuka, kemudian memenangkan lima pertandingan berikutnya berkat pertahanan yang sangat kokoh, hanya kebobolan satu gol sepanjang enam pertandingan.
Kedalaman skuad menjadi senjata penting, dengan Mikel Merino mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti dalam dua pertandingan fase gugur berbeda, sebuah prestasi baru dalam sejarah Piala Dunia. Meski demikian, efektivitas penyelesaian akhir menjadi kelemahan Spanyol, yang sering menang dengan selisih tipis meski menguasai jalannya pertandingan.
Inggris
Inggris mencapai semifinal Piala Dunia untuk keempat kalinya dan berpeluang mengakhiri penantian 60 tahun sejak juara di kandang sendiri pada 1966. Jude Bellingham dan Harry Kane menjadi sumber gol utama, menyumbang 12 dari total 13 gol tim sepanjang turnamen.
Mentalitas menghadapi tekanan menjadi kekuatan utama Inggris, yang mampu bangkit dari ketertinggalan dan mempertahankan keunggulan meski bermain dengan 10 orang. Kendati demikian, konsistensi permainan masih menjadi persoalan karena mereka telah kebobolan enam gol dan melakukan banyak kesalahan teknis.
Argentina
Argentina tinggal dua kemenangan lagi untuk menjadi negara pertama yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia sejak Brasil pada 1958 dan 1962. Albiceleste selalu menang dalam enam pertandingan, meski dua kali membutuhkan perpanjangan waktu untuk melewati Tanjung Verde dan Swiss.
Lionel Messi tetap menjadi pusat permainan pada penampilan Piala Dunia keenamnya dengan delapan gol dan kontribusi assist penting. Produktivitas dan mentalitas tinggi menjadi kekuatan Argentina yang mencetak 17 gol, terbanyak di antara empat semifinalis.
Namun, lini pertahanan perlu dibenahi karena kebobolan lima gol dalam tiga pertandingan fase gugur, menunjukkan mereka rentan saat lawan bisa menyerang cepat setelah melewati tekanan awal.





