Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Anak untuk Pesantren dan Madrasah

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Peluncuran ini dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno

Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Ruang Aman Anak untuk Pesantren dan Madrasah. (Foto: Kemenag)

IDXChannel—Pemerintah tengah gencar menggaungkan gerakan nasional ruang aman dan nyaman anak. Dengan gerakan ini, diharapkan anak mendapat keamanan dan kenyamanan di ruang keluarga, satuan pendidikan, publik, hingga digital. 

Sejalan dengan itu, pemerintah meluncurkan gerakan nasional ruang aman dan nyaman anak untuk pesantren dan madrasah. Peluncuran ini dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.

Baca Juga:
Kemenag Cairkan Bantuan Intensif Tahap II untuk Guru PAI, Total Nilai Rp2,32 Miliar

Dalam kegiatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sawangan, Depok, ini, turut hadir Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi. 

"Seperti yang sudah kita bahas berkali-kali di lintas kementerian dan lembaga, pemerintah mendorong semua pihak untuk menjamin terciptanya ruang yang aman dan nyaman untuk anak," kata Pratikno di lokasi, Minggu (12/7/2026). 

Baca Juga:
Siapkan Nikah Massal, Kemenag Dorong Generasi Muda Siap Mental dan Ekonomi Tak Tunda Pernikahan

"Pada hari ini kita memulai di ruang satuan pendidikan khususnya di bawah Kementerian Agama, yaitu di pesantren dan madrasah," sambungnya. 

Setelah di lingkungan Kementerian Agama, kata Pratikno, hal serupa juga akan dilakukan di satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap, anak mendapat ruang yang nyaman dan aman di satuan pendidikan tempat mereka menimba ilmu. 

Baca Juga:
Anggaran Kemenag 2027 Bertambah Rp41,8 Triliun, Fokus Revitalisasi Pesantren hingga Insentif Guru

"Kita harus bersama-sama bekerja keras dengan serius untuk menjamin ruang aman dan nyaman bagi anak, Anak harus terhindar dari kekerasan, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, kekerasan seksual dan juga kekerasan di ruang digital," ujarnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasruddin Umar menyatakan, terdapat 42 pondok pesantren dan 80 ribu madrasah siap untuk menjalankan komitmen tersebut.

"Mudah-mudahan hari-hari yang akan datang tidak akan ada lagi cerita kekerasan di ruang sekolah, ruang kelas, di ruang publik, di ruang keluarga, di ruang mana pun juga, tidak ada ruang kekerasan di mana pun juga di bumi Indonesia ini," ujar Nasaruddin. 

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi mengungkapkan, gerakan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah peraturan tentang anak yang kemudian dikoordinir oleh Kemenko PMK. 

"Kami berharap, ini seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Agama, ini bukan sekadar program, tapi ini adalah membangun kesadaran kita semua di seluruh Indonesia agar anak-anak kita benar-benar merasa aman dan nyaman," ujarnya. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wamenkomdigi Dorong Sineas Lokal Bikin Film Keluarga yang Membekas Seumur Hidup
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Gubernur Kepri: Nobar Piala Dunia 2026 perkuat kebersamaan dan ekonomi
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Gagal Dapat Gelar di BAJC 2026, PBSI Minta Maaf ke Pecinta Bulu Tangkis Indonesia
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Gledson Paixao Resmi Berseragam Persebaya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sekolah di Jakarta Dilarang Pungut Biaya hingga Libatkan Alumni Selama MPLS 2026
• 6 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.