Peluncuran ini dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno
IDXChannel—Pemerintah tengah gencar menggaungkan gerakan nasional ruang aman dan nyaman anak. Dengan gerakan ini, diharapkan anak mendapat keamanan dan kenyamanan di ruang keluarga, satuan pendidikan, publik, hingga digital.
Sejalan dengan itu, pemerintah meluncurkan gerakan nasional ruang aman dan nyaman anak untuk pesantren dan madrasah. Peluncuran ini dihadiri langsung Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno.
Dalam kegiatan yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Sawangan, Depok, ini, turut hadir Menteri Agama, Nasaruddin Umar, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi.
"Seperti yang sudah kita bahas berkali-kali di lintas kementerian dan lembaga, pemerintah mendorong semua pihak untuk menjamin terciptanya ruang yang aman dan nyaman untuk anak," kata Pratikno di lokasi, Minggu (12/7/2026).
"Pada hari ini kita memulai di ruang satuan pendidikan khususnya di bawah Kementerian Agama, yaitu di pesantren dan madrasah," sambungnya.
Setelah di lingkungan Kementerian Agama, kata Pratikno, hal serupa juga akan dilakukan di satuan pendidikan di bawah naungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Dengan adanya kegiatan ini, ia berharap, anak mendapat ruang yang nyaman dan aman di satuan pendidikan tempat mereka menimba ilmu.
"Kita harus bersama-sama bekerja keras dengan serius untuk menjamin ruang aman dan nyaman bagi anak, Anak harus terhindar dari kekerasan, baik itu kekerasan fisik maupun kekerasan verbal, kekerasan seksual dan juga kekerasan di ruang digital," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasruddin Umar menyatakan, terdapat 42 pondok pesantren dan 80 ribu madrasah siap untuk menjalankan komitmen tersebut.
"Mudah-mudahan hari-hari yang akan datang tidak akan ada lagi cerita kekerasan di ruang sekolah, ruang kelas, di ruang publik, di ruang keluarga, di ruang mana pun juga, tidak ada ruang kekerasan di mana pun juga di bumi Indonesia ini," ujar Nasaruddin.
Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi mengungkapkan, gerakan ini merupakan tindak lanjut dari sejumlah peraturan tentang anak yang kemudian dikoordinir oleh Kemenko PMK.
"Kami berharap, ini seperti yang disampaikan oleh Pak Menteri Agama, ini bukan sekadar program, tapi ini adalah membangun kesadaran kita semua di seluruh Indonesia agar anak-anak kita benar-benar merasa aman dan nyaman," ujarnya.
(Nadya Kurnia)





