Mainan mobil balap rakitan atau Tamiya kembali digemari, bukan oleh anak-anak, melainkan kalangan dewasa yang ingin menghidupkan kembali kenangan masa kecil. Melalui komunitas Tamiya di The Flavor Bliss Alam Sutera, Tangerang Selatan, para penghobi berkumpul untuk bernostalgia sekaligus menyalurkan hobi secara lebih serius.
Fenomena ini banyak diikuti oleh mereka yang pernah bermain Tamiya saat kecil, tetapi baru memiliki kesempatan untuk menekuninya setelah dewasa. Dengan kemampuan finansial yang lebih baik, para anggota kini bisa merakit mobil impian, melengkapi berbagai komponen, hingga mengikuti kompetisi secara rutin.
Selain menjadi ajang nostalgia, komunitas ini juga menjadi ruang belajar bersama. Anggota saling berbagi pengetahuan mengenai teknik perakitan, pemilihan suku cadang, hingga strategi balapan. Komunitas juga rutin menggelar kompetisi dua kali dalam sepekan agar para anggota dapat mengasah kemampuan sekaligus mempererat hubungan antarpenghobi.
Salah satu anggota komunitas, Raymond, mengaku bergabung sekitar satu setengah tahun lalu karena ingin mewujudkan hobi masa kecil yang dulu belum bisa dinikmati sepenuhnya.
"Karena hobi ini mengingatkan masa kecil. Dulu enggak kesampaian main puas. Sekarang sudah kerja, jadi bisa beli Tamiya sendiri dan ikut lomba," ujarnya dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Minggu 12 Juli 2026.
Pengalaman serupa juga dirasakan Kelvin. Ia awalnya tertarik setelah melihat konten Tamiya di media sosial, kemudian bergabung dengan komunitas karena suasana yang ramah dan mendukung para anggota baru.
Baca Juga :
Metro Community - Mengenal Lady Bikers Da Jogja, Komunitas Moge Khusus Perempuan"Awalnya kalau untuk main Tamiya sebenarnya dari konten. Awalnya dari konten dulu. Jadi tujuannya tuh pengen jadi juara satu di Tamiya," ungkapnya.
Koordinator kompetisi, Yoga, mengatakan komunitas terbuka bagi semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain menjadi wadah menyalurkan hobi, komunitas ini diharapkan dapat menjadi kegiatan positif yang mempererat silaturahmi antargenerasi.
"Mungkin untuk kedepannya itu bisa menjadi kegiatan yang positif, terus bisa menjalin silaturahmi," ucapnya.




