Cicilan Kebanyakan Bikin Bokek? Ini Rumus Aman Biar Gak Tekor-Edukasi Ekonomi

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gaji baru masuk, tetapi sebagian besar langsung habis untuk membayar cicilan? Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda bahwa pengelolaan keuangan perlu dievaluasi. Agar kondisi finansial tetap sehat, penting mengetahui batas aman cicilan sesuai dengan penghasilan bulanan. Batas Aman Cicilan Menurut Perencana Keuangan Perencana keuangan dari Finante.id, Rista Zwestika, menyarankan agar total cicilan tidak melebihi 30 persen dari penghasilan bulanan. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki gaji sebesar Rp5 juta per bulan, maka total cicilan yang ideal adalah sekitar Rp1,5 juta setiap bulan. Dengan batas tersebut, penghasilan yang tersisa masih dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menabung, berinvestasi, hingga menyiapkan dana darurat.
 

Baca Juga :

Merasa Bisnis Stuck? Ini 3 Kunci Sukses ala Founder Kebab Turki Baba Rafi-Edukasi Ekonomi
  Mengapa Cicilan Perlu Dibatasi? Semakin besar porsi penghasilan yang digunakan untuk membayar cicilan, semakin kecil pula ruang untuk memenuhi kebutuhan lainnya.  Jika cicilan sudah melebihi batas ideal, seseorang berisiko mengalami kesulitan keuangan ketika menghadapi kondisi tak terduga, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok atau penurunan pendapatan. Karena itu, menjaga porsi cicilan tetap terkendali menjadi salah satu langkah penting dalam mengelola keuangan pribadi.

Rista mengingatkan bahwa cicilan yang sudah mencapai 40 persen atau lebih dari penghasilan bulanan patut diwaspadai. Pada kondisi tersebut, kemampuan keuangan menjadi lebih terbatas karena sebagian besar pendapatan telah dialokasikan untuk membayar utang. Akibatnya, seseorang akan lebih rentan mengalami masalah keuangan apabila muncul kebutuhan mendesak.

Saat menghitung total cicilan, jangan hanya memperhitungkan kredit rumah atau kendaraan. Pengeluaran untuk paylater, kartu kredit, hingga pinjaman online juga harus dimasukkan dalam perhitungan karena seluruhnya merupakan kewajiban yang harus dibayar setiap bulan. Meski nominal masing-masing terlihat kecil, jika diakumulasikan jumlahnya bisa membebani kondisi keuangan. Terapkan Rumus 30-40 Persen Sebagai panduan sederhana, masyarakat dapat menggunakan aturan berikut:
  • Maksimal 30 persen: kondisi cicilan masih tergolong aman.
  • Sekitar 40 persen: mulai perlu waspada dan mengevaluasi pengeluaran.
  • Lebih dari 40 persen: berisiko mengganggu kesehatan keuangan dan sebaiknya segera dikurangi.
Nah, memiliki cicilan bukan berarti kondisi keuangan tidak sehat. Yang terpenting adalah memastikan jumlahnya tetap sesuai kemampuan membayar. Dengan menjaga porsi cicilan tetap ideal, kebutuhan sehari-hari, tabungan, hingga dana darurat tetap bisa terpenuhi tanpa membebani kondisi finansial.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.

(Odetta Aisha Amrullah)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siti Fauziah dorong UMKM tingkatkan daya saing melalui kurasi produk
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Piala Dunia 2026: Kejanggalan Argentina saat Kalahkan Swiss di Perempat Final, Wasit Untungkan Albiceleste?
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Baru Bermain di Piala Dunia 2026, Pemain Afrika Selatan Ditemukan Meninggal Dunia
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Info Cuaca Besok Senin 13 Juli: BMKG Prediksi Jakarta Dominan Berawan
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.