Beberapa hari terakhir banyak wilayah di Tiongkok mengalami gelombang panas yang memecahkan rekor. Suhu di banyak daerah melampaui 40°C, sementara permukaan jalan berubah seperti “pelat besi” akibat terik matahari.
Di beberapa lokasi, suhu permukaan jalan bahkan melebihi 60°C, sehingga berdiri di luar ruangan selama beberapa saat saja terasa seperti berada di dalam sauna.
EtIndonesia.com Pada 9 Juli 2026, wilayah Shaanxi, Sichuan, Chongqing, dan Henan, Tiongkok secara berturut-turut mengeluarkan peringatan merah atau oranye untuk cuaca panas.
Di sebagian wilayah Provinsi Shaanxi, suhu maksimum telah melampaui 40°C. Kota Xi’an dan beberapa daerah lainnya juga meningkatkan status peringatan menjadi peringatan merah, dengan prakiraan bahwa suhu tinggi akan terus berlanjut dalam dua hari ke depan.
Di Chengdu, Provinsi Sichuan, sejumlah distrik juga mengeluarkan peringatan merah. Suhu maksimum di kawasan seperti Distrik Baru Timur Chengdu dan Jianyang mendekati 40°C. Kota-kota seperti Leshan, Mianyang, dan Deyang juga terus mengalami cuaca panas dengan suhu di banyak tempat melebihi 37°C.
Sementara itu, Chongqing telah mengeluarkan peringatan oranye selama empat hari berturut-turut. Sebanyak 27 wilayah di kota tersebut mencatat suhu di atas 37°C, dengan suhu tertinggi di Wuxi mencapai 39,9°C. Beberapa daerah diperkirakan masih dapat menembus 40°C dalam beberapa hari mendatang.
Kondisi di Provinsi Henan juga tidak lebih ringan. Badan meteorologi memperkirakan bahwa pada 10–11 Juli, suhu maksimum di banyak wilayah akan melampaui 40°C.
Yang lebih mengkhawatirkan, padai 9 Juli pagi, suhu permukaan jalan di banyak lokasi telah melebihi 50°C. Di Luanchuan, suhu permukaan jalan tercatat mencapai 61,3°C. Diperkirakan pada 11 Juli, suhu permukaan beberapa ruas jalan tol di Henan dapat melampaui 68°C, sehingga pengendara diminta lebih berhati-hati saat berkendara.
Menurut China Weather Network, pada 10–11 Juli, lebih dari 20 provinsi, daerah otonom, dan kota di Tiongkok akan memasuki kondisi cuaca yang sangat panas dan lembap.
Di beberapa wilayah, meskipun suhu udara hanya sekitar 35°C, kelembaban yang tinggi membuat suhu yang dirasakan tubuh (heat index) dapat melampaui 40°C. Di sebagian daerah bahkan diperkirakan mencapai lebih dari 45°C, sehingga seseorang dapat berkeringat deras hanya dalam beberapa menit berada di luar ruangan.
Badan Meteorologi Tiongkok memperkirakan bahwa sepanjang bulan Juli masih akan terjadi empat gelombang panas secara bertahap.
Wilayah yang diperkirakan terdampak meliputi:
- Xinjiang,
- Shaanxi,
- Tiongkok Utara,
- Dataran Huanghuai, serta
- wilayah tengah dan hilir Sungai Yangtze.
Di beberapa daerah, suhu maksimum diperkirakan dapat mencapai 41–44°C, bahkan berpotensi memecahkan rekor suhu tertinggi sepanjang sejarah setempat.
Gelombang panas ini sebenarnya telah berulang kali mencetak rekor baru. Baru-baru ini, Turpan di Xinjiang mencatat suhu 50,7°C, menjadi lokasi pertama di Tiongkok pada tahun ini yang melampaui 50°C.
Selain itu, suhu rata-rata di Provinsi Hainan selama bulan Juni juga mencatat rekor tertinggi untuk periode yang sama.
Para ahli mengingatkan bahwa wilayah yang terdampak gelombang panas masih akan terus meluas. Masyarakat diimbau untuk mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap sengatan panas, mengurangi aktivitas di luar ruangan, dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama.
Sumber : NTDTV.com





