Babak semifinal Piala Dunia 2026 menghadirkan skenario yang dinilai sebagai salah satu yang paling ideal dalam sejarah turnamen. Empat tim dengan peringkat tertinggi dunia bertemu di fase empat besar, yakni Prancis, Spanyol, Inggris, dan Argentina.
Berdasarkan peringkat FIFA sebelum turnamen dimulai, Prancis menempati posisi pertama, disusul Argentina di peringkat kedua, Spanyol di posisi ketiga, dan Inggris di urutan keempat. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, empat besar diisi oleh empat tim dengan ranking tertinggi FIFA.
Dua laga semifinal pun menjanjikan duel penuh gengsi. Prancis akan menghadapi Spanyol, sedangkan Inggris ditantang juara bertahan Argentina dalam perebutan tiket menuju partai puncak.
Empat negara tersebut datang dengan kekuatan terbaik dan ditopang para pemain bintang yang tampil konsisten sepanjang turnamen.
Argentina kembali mengandalkan Lionel Messi yang, di usia 39 tahun, masih menjadi motor permainan Albiceleste. Kapten Argentina itu telah mencetak delapan gol sepanjang Piala Dunia 2026 dan masih bersaing ketat memperebutkan Golden Boot.
Messi kini mengoleksi 21 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia, menjadikannya pencetak gol terbanyak dalam sejarah turnamen putra.
Di sisi lain, Prancis memiliki Kylian Mbappé yang terus menjadi ancaman utama di lini depan. Penyerang berusia 27 tahun itu juga telah mencetak delapan gol di Piala Dunia 2026 dan memimpin klasemen sementara Golden Boot berkat keunggulan jumlah assist atas Messi.
Secara keseluruhan, Mbappé kini mengoleksi 20 gol di Piala Dunia dan hanya terpaut satu gol dari rekor yang dipegang Messi.
Inggris juga datang dengan dua kandidat kuat pencetak gol terbanyak. Harry Kane telah mengemas enam gol sepanjang turnamen dan sebelumnya sukses menjadi pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2018.
Namun perhatian kini tertuju kepada Jude Bellingham. Gelandang Real Madrid itu mencetak dua gol saat Inggris menyingkirkan Norwegia di perempat final, sehingga total telah mengoleksi enam gol dan menyamai torehan Kane.
Performa Bellingham menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia kali ini. Setelah menjalani musim yang naik turun bersama Real Madrid, pemain berusia 23 tahun tersebut justru tampil sebagai motor serangan Inggris dan membuktikan dirinya sebagai salah satu gelandang menyerang terbaik dunia.
Sementara itu, Spanyol kembali menembus semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 2010. La Roja menunjukkan permainan yang efektif sepanjang turnamen dengan mengandalkan dominasi penguasaan bola dan distribusi umpan cepat.
Hingga perempat final, Spanyol baru sekali kebobolan. Gol Belgia pada laga delapan besar menjadi satu-satunya gol yang bersarang ke gawang mereka selama turnamen berlangsung.
Meski baru mencetak satu gol tanpa assist, Lamine Yamal tetap menjadi sosok penting dalam permainan Spanyol. Kehadirannya mampu menarik perhatian lini pertahanan lawan sehingga membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya.
Di kubu Prancis, ketajaman lini serang menjadi modal utama menghadapi Spanyol. Les Bleus telah mencetak 16 gol hanya dalam enam pertandingan.
Selain Mbappé, pelatih Prancis memiliki banyak opsi di lini depan, mulai dari Ousmane Dembélé, Michael Olise, Bradley Barcola hingga Désiré Doué yang tampil impresif sepanjang turnamen.
Semifinal lainnya juga diprediksi berlangsung sengit. Inggris berambisi mengakhiri penantian selama 60 tahun untuk kembali menjadi juara dunia, sedangkan Argentina memburu gelar Piala Dunia kedua secara beruntun, sebuah pencapaian yang terakhir kali diraih Brasil pada 1958 dan 1962.
Kedua tim sama-sama memiliki mentalitas kuat setelah beberapa kali bangkit dari ketertinggalan di fase gugur. Inggris sukses membalikkan keadaan saat menghadapi Norwegia, sementara Argentina mencatat kemenangan dramatis atas Mesir setelah sempat tertinggal dua gol.
Selain Messi, Inggris juga harus mewaspadai Julián Álvarez yang kerap menjadi pembeda dalam laga-laga penting. Penyerang Argentina itu tampil impresif, termasuk saat mencetak gol spektakuler ke gawang Swiss pada babak sebelumnya.
Dengan kualitas pemain, kedalaman skuad, serta performa yang ditunjukkan sepanjang turnamen, keempat semifinalis dinilai sama-sama memiliki peluang besar mengangkat trofi Piala Dunia 2026. Apa pun hasil dua pertandingan semifinal nanti, partai final dipastikan mempertemukan dua tim terbaik yang layak bersaing memperebutkan gelar juara dunia. (saf/ham)




