JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto meminta agar perbedaan partai tak dijadikan alasan untuk berpecah pelah.
Ia mengajak seluruh pihak untuk bersatu. Menurutnya, setiap tahun, Indonesia bertanding dengan baik.
BACA JUGA:Makna Logo dan Tema Hari Anak Nasional 23 Juli 2026 Peringatan ke-42, Resmi dari KemenPPPA
"Mari kita bersatu semua unsur. Kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada
masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Nggak ada masalah, siapa yang menang monggo," kata Prabowo dalam sambutannya di Hari Koperasi, Minggu, 12 Juli 2026.
Lebih lanjut, ia menyinggung pihak-pihak yang melakukan aksi bakar-bakaran usai kalah konstestasi politik.
BACA JUGA:Hasil Moto3 Jerman 2026: Veda Pratama Finish P8, Brian Uriarte 'Asap' Quiles di Lap Akhir
Eks Menteri Pertahanan ini mengatakan pemimpin yang menganjurkan bakar-bakaran usai kalah konstestasi politik adalah pengkhianat bangsa.
"Jangan kalau kalah mau bakar-bakar itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini itu adalah pemimpin pengkhianat," tegasnya.
Prabowo meyakini pada hukum karma terhadap pihak yang menciptakan anjuran bakar-bakar itu.
Ia pun menceritakan dirinya yang kalah 4 kali dalam Pilpres. Meski kalah, kata dia, dirinya tak menggelar aksi demo. Justru, ia mengaku datang ke pelantikan rivalnya.
BACA JUGA:Prabowo: Kalau Merasa Indonesia Suram Silakan Cari Negara Lain, Tidak Ada yang Melarang!
"Saya percaya hukum karma akan kena kepada mereka semua itu. Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Nggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo aja nggak. Saya datang pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," cerita dia.
Ia menilai persaingan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, layaknya pertandingan olahraga yang selalu menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah.
"Bersaing itu baik, pertandingan itu baik. Sepak bola ada pertandingan, satu harus menang. Kalau satu kalah masa wasitnya mau digebukin," ujarnya.
- 1
- 2
- »





