Washington (ANTARA) - Senator Amerika Serikat asal Partai Republik, Lindsey Graham, meninggal dunia di usia 71 tahun, Sabtu (11/7), setelah mendadak sakit.
"Pada Sabtu sore, 11 Juli, Senator AS Lindsey Graham meninggal dunia akibat sakit yang mendadak. Keluarga Senator Graham menghargai semua doa saat ini dan memohon agar privasi mereka dihargai di masa yang sangat sulit ini," menurut pernyataan dari kantornya, Minggu.
Anggota Partai Republik dari Negara Bagian South Carolina itu terpilih pertama kali sebagai senator pada tahun 2002, yang kemudian terpilih kembali pada tahun 2008, 2014, dan 2020.
Graham, yang juga dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump itu, menjadi ketua Komite Anggaran Senat AS. Graham juga disebut akan mencalonkan lagi sebagai senator untuk masa jabatan kelimanya pada pemilu sela November mendatang.
Baca juga: Senator AS jadi buronan Rusia atas komentarnya saat di Ukraina
Graham merupakan politikus yang pertama kali terpilih sebagai anggota DPR AS pada 1994. Dia merupakan pendukung kuat Israel.
Graham mempertahankan dukungan vokalnya untuk Israel, meski genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 menewaskan 73.118 warga Palestina, melukai 173.615 orang lainnya, serta mengakibatkan kehancuran 90 persen infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut.
Sebelum meninggal, Jumat (10/7), kegiatan politik terakhir Graham ialah mengunjungi Kiev untuk menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PM Netanyahu: Normalisasi dapat akhiri konflik Arab-Israel
"Pada Sabtu sore, 11 Juli, Senator AS Lindsey Graham meninggal dunia akibat sakit yang mendadak. Keluarga Senator Graham menghargai semua doa saat ini dan memohon agar privasi mereka dihargai di masa yang sangat sulit ini," menurut pernyataan dari kantornya, Minggu.
Anggota Partai Republik dari Negara Bagian South Carolina itu terpilih pertama kali sebagai senator pada tahun 2002, yang kemudian terpilih kembali pada tahun 2008, 2014, dan 2020.
Graham, yang juga dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump itu, menjadi ketua Komite Anggaran Senat AS. Graham juga disebut akan mencalonkan lagi sebagai senator untuk masa jabatan kelimanya pada pemilu sela November mendatang.
Baca juga: Senator AS jadi buronan Rusia atas komentarnya saat di Ukraina
Graham merupakan politikus yang pertama kali terpilih sebagai anggota DPR AS pada 1994. Dia merupakan pendukung kuat Israel.
Graham mempertahankan dukungan vokalnya untuk Israel, meski genosida yang dilakukan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 menewaskan 73.118 warga Palestina, melukai 173.615 orang lainnya, serta mengakibatkan kehancuran 90 persen infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut.
Sebelum meninggal, Jumat (10/7), kegiatan politik terakhir Graham ialah mengunjungi Kiev untuk menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Sumber: Anadolu
Baca juga: PM Netanyahu: Normalisasi dapat akhiri konflik Arab-Israel





