REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD mengungkapkan ketidakakuran antara Kejaksaan dan Kepolisian RI yang sudah berlangsung lama. Bahkan, ia menyebut antara Kapolri dan Jaksa Agung kerap enggan duduk di satu forum yang sama.
"Ini yang terjadi sekarang antara kejaksaan dan kepolisian sejak dulu keduanya ini gak mau rukun, selalu bersaing gak mau sinergi sehingga meletus seperti ini," ujarnya dalam podcast Terus Terang, Sabtu.
Baca Juga
UU Polri Terus Ditolak Mahasiswa, Mahfud MD: Itu Wajar karena tak Ada Perubahan
Soal Dalang yang Biayai Demo, Mahfud MD: Omongin Saja Terang-terangan Jika Punya Bukti
Mahfud MD Ungkap 3 Kesalahan Pengacara Oiwobo yang Menyeret Namanya Saat Laporkan Tyo
Pernyataan Mahfud disampaikan menyusul terungkapnya perkara kasus dugaan korupsi dan pencucian uang yang menyeret Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khsusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Kasus ini disidik oleh polisi, meski sempat terjadi drama. Penyidik Polri telah menggeledah sejumlah lokasi, termasuk rumah Febrie di Sentul,
Mahfud mengungkapkan, dalam rapat terbatas (ratas) tingkat Menko Polhukam, Kapolri dan Jaksa Agung susah ketemu. Bahkan sering dalam banyak hal Kapolri dan Jaksa Agung tidak mau duduk di satu forum untuk membahas masalah. "Karena keinginannya beda," ujarnya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kendati begitu, Mahfud mengaku tidak kehabisan akal. Ia tak segan mendatangi kantor Kapolri atau Kejaksaan secara langsung. "Dipertengahan Juni 2024 sebelum Prabowo dilantik, saya sudah ingatkan bapak akan kesulitan nangani jaksa dan kapolri, karenna mereka gak mau bertemu," ujarnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)