Jakarta: Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya mantan emir Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani pada Minggu, 12 Juli 2026.
Menurut pernyataan resmi Amiri Diwan atau kantor emir Qatar, Sheikh Hamad wafat di usia 74 tahun pada Minggu pagi ini.
"Indonesia menyampaikan simpati terdalamnya kepada Yang Mulia Amir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, keluarga Al Thani, serta Pemerintah dan rakyat Negara Qatar pada masa duka cita yang mendalam ini," ujar Kemlu RI melalui akun media sosial X.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai pemimpin dunia setelah kabar wafatnya Sheikh Hamad diumumkan.
Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menyampaikan belasungkawa kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, pemerintah, dan rakyat Qatar atas wafatnya mantan pemimpin tersebut.
Presiden Pakistan Asif Ali Zardari juga menyampaikan duka mendalam serta memuji kepemimpinan visioner Sheikh Hamad yang dinilai berkontribusi besar terhadap pembangunan Qatar serta perdamaian dan kerja sama regional.
Presiden Uni Emirat Arab Mohamed bin Zayed Al Nahyan turut menyampaikan simpati kepada keluarga kerajaan Qatar dan menyebut Sheikh Hamad sebagai sosok yang meninggalkan warisan besar bagi negaranya dan kawasan. Kepemimpinan Sheikh Hamad Pengaruh politik Qatar kemudian meluas ke berbagai kawasan, mulai dari Timur Tengah, Afrika Utara hingga Asia.
Pada 2022, Qatar juga menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA, turnamen sepak bola terbesar di dunia yang semakin memperkuat profil internasional negara tersebut.
Masa kepemimpinan Sheikh Hamad juga ditandai dengan peluncuran jaringan televisi Al Jazeera pada 1996 yang kemudian berkembang menjadi salah satu organisasi media paling berpengaruh di dunia.
Selain itu, ia memperkenalkan konstitusi permanen pertama Qatar pada 2004 serta membuka jalan bagi penyelenggaraan pemilihan umum tingkat kota yang memungkinkan perempuan untuk memilih dan mencalonkan diri sebagai kandidat.
Pada 2013, Sheikh Hamad menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, yang saat itu berusia 33 tahun. Langkah tersebut menjadi salah satu kasus pengunduran diri sukarela yang langka di antara para penguasa monarki Teluk.
Baca juga: Qatar Berkabung atas Wafatnya Sheikh Hamad, Seluruh Instansi Pemerintah Diliburkan




