Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) kembali meningkatkan upaya untuk melawan infiltrasi yang diduga dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok (PKT). Direktur FBI, Kash Patel, baru-baru ini mengungkapkan bahwa selama paruh pertama tahun ini, FBI telah mengusir 62 orang yang disebut sebagai mata-mata PKT, yang diklaim memberikan pukulan besar terhadap jaringan intelijen PKT di Amerika Serikat. Sejumlah analis menilai bahwa Amerika Serikat kini telah menjadikan pemberantasan infiltrasi PKT sebagai salah satu prioritas utama dalam strategi keamanan nasionalnya.
EtIndonesia.com Pada 8 Juli, Patel menulis di platform X bahwa sejak awal tahun, FBI telah mengusir 62 mata-mata PKT dan menangkap 113 mata-mata asing lainnya.
Patel menyatakan bahwa operasi tersebut telah berhasil melumpuhkan jaringan agen rahasia yang telah lama ditanamkan PKT di Amerika Serikat.
Sebenarnya, Amerika Serikat telah lama menganggap PKT sebagai salah satu ancaman utama dalam bidang kontra-spionase. Sebuah laporan yang diterbitkan awal tahun ini oleh Komite Keamanan Dalam Negeri DPR AS menyebutkan bahwa rata-rata setiap 12 jam FBI membuka satu kasus baru yang berkaitan dengan PKT. Hal ini dinilai menunjukkan bahwa upaya infiltrasi intelijen Beijing terhadap Amerika Serikat terus berlangsung.
Pada saat yang sama, pada bulan Juni lalu, Departemen Kehakiman AS menyita 13 nama domain internet yang diduga dikendalikan oleh pihak-pihak yang memiliki hubungan dengan PKT. Situs-situs tersebut dituduh menargetkan individu yang memiliki izin akses keamanan pemerintah Amerika Serikat dengan tujuan mencuri informasi rahasia.
“PKT telah lama mengirimkan sejumlah besar agen rahasia dan individu yang menjalankan misi spionase ke Amerika Serikat. Jumlahnya sangat besar, berlangsung selama puluhan tahun, dan tersebar di berbagai lapisan masyarakat Amerika. Mereka mengumpulkan informasi secara menyeluruh, mulai dari teknologi canggih, intelijen militer, informasi politik penting, hingga data bisnis,” kata Kolumnis Epoch Times, Wang He.
Wang He menambahkan bahwa pengungkapan FBI mengenai pengusiran 62 mata-mata tersebut hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan situasi. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah bahwa sistem kontra-spionase Amerika kini sedang ditingkatkan secara menyeluruh.
“FBI dan lembaga kontra-intelijen Amerika kini telah menerapkan pendekatan yang dahulu digunakan terhadap Uni Soviet pada masa Perang Dingin untuk menghadapi PKT. Intensitasnya akan terus meningkat. PKT telah menjadi ancaman terbesar bagi Amerika Serikat, bahkan tingkat bahayanya dinilai melampaui bekas Uni Soviet,” ujarnya.
Menurut analisis tersebut, operasi pembersihan jaringan mata-mata PKT oleh Amerika Serikat diperkirakan akan terus diperluas dan memasuki tahap yang semakin menentukan.
“Setelah Presiden Trump kembali menjabat, persaingan dengan PKT telah memasuki tahap penentuan. Oleh karena itu, operasi pemberantasan agen-agen PKT dilakukan dengan intensitas yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pusat kontra-spionase kini memfokuskan perhatian utamanya pada PKT,” katanya.
Reporter NTD Television, Yi Xin dan Qiu Yue melaporkan.





