Bisnis.com, JAKARTA — Aksi borong saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. oleh para direksi emiten gas berkode saham PGAS tersebut masih saja berlanjut.
Setelah sejumlah direktur terpantau membeli saham PGAS, kini giliran Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto yang tercatat mengakumulasi saham subholding gas PT Pertamina (Persero) tersebut.
Melansir keterbukaan informasi, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto kini tercatat memborong 679.000 lembar saham PGN pada perdagangan Jumat (10/7/2026). Dengan harga per saham mencapai Rp1.470, Arief diproyeksikan merogoh kocek hingga Rp998,13 juta untuk transaksi tersebut.
Dalam keterangannya, Arief menyebutkan bahwa transaksi tersebut bertujuan untuk investasi, dengan status kepemilikan langsung atas saham PGN. Aksi memborong saham ini dilakukan Arief setelah sebelumnya dia tidak menggenggam saham PGN sama sekali.
Adapun, Direktur Keuangan PGN Catur Dermawan sebelumnya juga tercatat membeli sebanyak 25.000 saham PGAS pada Kamis (9/7/2026). Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Catur bertambah menjadi 75.000 lembar.
Catur membeli saham PGAS pada harga Rp1.410 per saham sehingga nilai transaksinya mencapai Rp35,25 juta. Harga tersebut berada dalam kisaran perdagangan saham PGAS pada hari itu, yakni Rp1.395–Rp1.415 per saham.
Aksi serupa dilakukan Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Mirza Mahendra yang membeli 20.000 saham perseroan pada Jumat (10/7/2026). Pembelian itu membuat kepemilikan saham Mirza meningkat menjadi 70.000 lembar.
Mirza membeli saham PGAS pada harga Rp1.450 per saham dengan nilai transaksi sebesar Rp29 juta.
Dalam keterbukaan informasi, kedua direktur menyatakan transaksi tersebut dilakukan untuk tujuan investasi dengan status kepemilikan langsung.
Sebagai gambaran, saham PGAS masih mencatatkan kinerja negatif sepanjang tahun berjalan 2026. Hingga penutupan perdagangan Jumat (10/7/2026), saham PGAS turun 23,3% menjadi Rp1.465 per saham.
Kendati demikian, transaksi tersebut tidak mengubah struktur pengendalian perseroan. PT Pertamina (Persero) tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan 56,96% saham PGAS.
Sementara itu, sekitar 23% saham PGAS dimiliki oleh investor publik yang terdiri atas investor individu, dana pensiun, reksa dana, serta badan usaha asing.
--
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





