Sepak Bola Pulang Kampung

kompas.tv
6 jam lalu
Cover Berita
Pemain Timnas Inggris, Jude Bellingham (kiri) dan Morgan Rogers, merayakan kemenangan timnya atas Norwegia di perempat final Piala Dunia 2026 di Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (11/7/2026) waktu setempat. (Sumber: AP Photo/Julio Cortez)

Oleh: Martian Damanik, Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV

Piala Dunia 2026 mendekati partai puncak. Argentina, Prancis, Spanyol dan Inggris sudah mendapat tiket semifinal. Dalam peringkat FIFA, Prancis nomor satu, Argentina kedua, Spanyol ketiga, dan Inggris keempat.

Argentina dan Prancis finalis Piala Dunia 2022, sementara Spanyol dan Inggris finalis Piala Eropa 2024. Bukan sebuah kebetulan. Sejatinya keempat tim paling konsisten penampilannya selama Piala Dunia berlangsung.

Argentina sangat ingin jadi juara back to back agar sama dengan Italia, Jerman, dan Brasil yang sudah lebih 3 kali juara. Prancis juga punya ambisi meraih gelar ketiga, Spanyol mau gelar kedua. Bagi Inggris, jadi juara adalah kerinduan yang amat sangat dalam karena sejak juara tahun 1966 atau 60 tahun lalu, Tiga Singa belum lagi meraih gelar juara. Bahkan Inggris sekali pun belum pernah jadi juara Piala Eropa, padahal orang Inggris mengeklaim sepak bola berasal dari tanah mereka.

Tahun 1996 saat jadi tuan rumah Piala Eropa, duo komedian Baddiel & Skinner dan band asal Liverpol, Lightning Seeds, membuat lagu Three Lions. Salah satu lirik dalam lagu tersebut berbunyi football’s coming home, yang jadi semacam doa bagi setiap fans Inggris yang sangat berharap gelar juara.

Kini Harry Kane cs masuk empat besar, penampilan tim asuhan Thomas Tuchel pun konsisten dan solid. Ditekan di dalam dan luar pertandingan oleh fans tuan rumah plus bermain dengan 10 orang, masih bisa menang lawan Meksiko di babak 16 besar.

“Kami melaju ke semifinal karena kami punya kapasitas dan karena punya Thomas Tuchel yang punya keberanian ambil keputusan penting,” ujar mantan kapten dan striker tim nasional Inggris, Alan Shearer, kepada BBC.

Inggris boleh mengeklaim jadi asal usul sepak bola, tapi permainan sepak bola mereka terbilang kuno dan kaku hingga era 1980-an. Permainan kick and rush, bola ditendang dari lini belakang supaya langsung berada di kotak pinalti lawan, jadi pola yang standar di klub-klub.

“Gaya permainan Inggris selalu bertumpu pada transisi, bola direbut, dilambungkan setinggi-tingginya atau ditendang jauh ke depan, lalu berlari mengejarnya,” kata mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger.

Almarhum Sir Bobby Robson pelatih 1982-1990, termasuk salah satu yang berjasa. Perlahan dia mengubah kultur kick and rush, apalagi bermunculan pemain berteknik tinggi seperti Chris Waddle dan Paul Gascoigne. Di tangan Robson, Inggris masuk perempat final Piala Dunia 1986 dan semifinal Piala Dunia 1990. Namun setelah ditinggal Robson, tim nasional Inggris seolah tenggelam.

Penulis : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Piala Dunia 2026
  • Thomas Tuchel
  • Timnas Inggris
  • Jude Bellingham
  • semifinal piala dunia 2026
  • inggris vs argentina
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Karhutla di Kalimantan, Satu Warga Pingsan Imbas Hirup Asap
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Luis Figo antusias ikuti Pesta Bola HGI 2026
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Hadiri Harkopnas ke-79, Prabowo Sebut Koperasi Miliki Arti Gotong Royong
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Eggi Sudjana Bangga dengan Prabowo soal Penanganan Kasus Febrie Adriansyah
• 14 jam laludetik.com
thumb
Celine Evangelista Bantah Jadi Simpanan Pejabat, Sebut Sudah Menikah Lagi sampai Singgung Rumah Rp 200 M
• 10 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.