Tingkatkan Produktivitas Rumput Laut, Unhas Terapkan Teknik Pengayaan Bibit di Bulukumba

harianfajar
4 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) mengambil langkah strategis untuk mengatasi penurunan kualitas rumput laut di Desa Kalumeme, Bulukumba, dengan memperkenalkan teknik pengayaan bibit sebagai solusi utama. Inovasi ini muncul karena kebiasaan pembudidaya yang selama ini mendaur ulang bibit dari hasil panen sebelumnya, yang menyebabkan kualitas rumput laut menurun dan tanaman menjadi rentan penyakit.

Dr. Andi Aliah Hidayani, Kepala Program Studi Budidaya Perairan FIKP Unhas, menegaskan bahwa siklus penggunaan bibit hasil panen lama menjadi penyebab utama menurunnya mutu rumput laut serta mengancam keberlanjutan usaha budidaya di Bulukumba.

“Fokus utama kita adalah teknik pengayaan rumput laut dengan tidak mendaur ulang hasil panen. Inovasi pengayaan bibit ini sebelumnya sudah berhasil kita uji coba secara langsung di Kabupaten Takalar dan terbukti secara signifikan mampu memulihkan kualitas rumput laut,” jelasnya.

Metode pengayaan bibit yang diperkenalkan memberikan perlakuan nutrisi terukur kepada bibit sebelum ditanam kembali ke perairan laut. Pendekatan ini memastikan jaringan sel bibit menjadi prima dan menyerap unsur hara secara maksimal, sehingga hasil panen menjadi lebih optimal, padat, dan bernilai ekonomis tinggi.

Lebih lanjut, Aliah mengatakan bahwa bibit tidak langsung ditanam setelah panen, melainkan diberikan perlakuan khusus agar kualitasnya stabil dan daya tahan terhadap penyakit meningkat.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini juga memperkuat sinergi antara Unhas dan pembudidaya rumput laut di Bulukumba untuk menyelamatkan produktivitas melalui standar pengayaan bibit yang lebih baik.

Selain itu, Kaprodi Budidaya Perairan menyoroti potensi pengembangan komoditas pesisir alternatif, yakni selada laut atau Ulva. Walaupun belum menjadi fokus utama, Ulva memiliki siklus panen yang lebih cepat dan permintaan tinggi dari sektor industri skala besar, sehingga menjanjikan prospek cerah bagi perikanan masa depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Febrie Adriansyah dan Rusaknya Hukum Bisa Runtuhkan Kepercayaan Investor
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kabar Duka, Komedian Temon Meninggal Dunia Pagi Ini
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
Pencairan BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026, Ini Daftar Penerimanya
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Terbongkar, Intelijen Rusia Intai Rahasia Pertahanan Udara Eropa untuk Ukraina
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
INACA dorong SAF di bandara internasional antisipasi pajak karbon
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.