Prabowo Kritik Neoliberalisme, Pertanyakan Trickle-Down Effect

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026). (Sumber: YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto mengkritik paham ekonomi neoliberal yang dinilainya tidak mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat luas. 

Saat berpidato pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di Jakarta, Minggu (12/7/2026), ia menyebut Indonesia perlu kembali pada ekonomi kerakyatan sebagaimana dicita-citakan para pendiri bangsa.

"Selama 30 tahun terakhir ini kita melihat ekonomi Indonesia dikuasai oleh paham ekonomi neoliberal yang sesungguhnya bertentangan dengan Undang-Undang Dasar 1945," ujar Prabowo.

Ia mengatakan pembangunan ekonomi seharusnya kembali mengarah pada ekonomi kekeluargaan dan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Prabowo Sebut RI Tak Lagi Impor Pangan dan Solar, Targetkan Produksi Bensin dari Sawit

"Saya termasuk mungkin salah satu yang dari awal sudah memperingatkan bahwa paham kapitalisme neoliberal tidak akan berhasil dan tidak mungkin membawa kesejahteraan kepada rakyat banyak," kata Prabowo.

Presiden kemudian menyoroti konsep trickle-down effect. Teori ekonomi tersebut menyatakan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kekayaan kelompok atas pada akhirnya akan memberikan manfaat kepada masyarakat luas.

Menurut Prabowo, pemikiran neoliberal beranggapan, "Kalau kau miskin itu salah kamu."

"Paham neolib itu mengatakan 'Biarlah yang kaya hanya satu persen. Kalau mereka kaya nanti lama-lama kekayaannya akan menetes ke bawah.' Trickle. Trickle-down effect," sambungnya.

Prabowo kemudian mempertanyakan efektivitas konsep tersebut di hadapan peserta acara.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Prabowo
  • Prabowo Subianto
  • Hari Koperasi Nasional 2026
  • neoliberalisme
  • trickle down effect
  • ekonomi kerakyatan
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Dunia 2026: Pelatih Ungkap Alasan Tarik Haaland di Partai Norwegia vs Inggris
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Gunung Semeru Meletus Lontarkan Abu Vulkanik Setinggi 800 Meter
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Veda Ega Pratama bawa modal positif menuju Moto3 GP Jerman
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Menteri UMKM: Pendapatan ojol tidak turun setelah potongan 8 persen
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Gunung Semeru Erupsi 8 Kali, Tinggi Letusan Capai 900 Meter
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.