Kemenhub Fokuskan Penggunaan SAF di Bandara Soetta dan I Gusti Ngurah Rai Mulai 2027

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Perhubungan menyatakan penerapan sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur dengan campuran 1 persen pada tahap awal akan difokuskan untuk penerbangan internasional melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, mulai 2027.

Tahap Awal Fokus di Dua Bandara Internasional

Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Sokhib Al Rokhman mengatakan implementasi SAF dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan pasokan dari PT Pertamina.

"Hanya untuk penerbangan internasional dan kita hanya fokus di dua bandara yaitu Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali," ungkap Sokhib.

Ia menjelaskan pemerintah menetapkan campuran SAF sebesar 1 persen pada tahap awal untuk memastikan implementasi berjalan aman dan sesuai standar operasional penerbangan internasional.

"Jadi SAF itu memang bertahap dan kita sudah mencanangkan itu di 2027. Harapannya adalah penerapan sustainable aviation fuel 1 persen blended dengan avtur yang ada," ujarnya.

Uji Coba Berjalan Aman Tanpa Ganti Mesin

Sokhib mengungkapkan uji coba penggunaan SAF telah dilakukan menggunakan pesawat Airbus A320 milik Pelita Air pada rute Jakarta–Denpasar dan Denpasar–Jakarta selama Agustus hingga Desember 2025.

Menurutnya, hasil uji coba menunjukkan SAF dapat digunakan pada operasional komersial tanpa memerlukan penggantian mesin pesawat.

"Tadi menyatakan apakah mesinnya harus diganti? Tidak, jawabannya tidak, kita sudah uji coba di test cell, menggunakan test cell yang ada di Garuda Maintenance Facility dan kita sudah lakukan untuk komersial operation Airbus 320 Pelita Air. Jadi aman," katanya.

Kementerian Perhubungan kini menunggu kesiapan pasokan SAF dari Pertamina melalui pengembangan produksi di kilang Cilacap, Balongan, dan fasilitas lainnya sebelum implementasi nasional dimulai.

Pemerintah menargetkan porsi campuran SAF meningkat secara bertahap hingga mencapai sekitar 30 hingga 50 persen pada 2060 sebagai bagian dari upaya menekan emisi sektor penerbangan nasional.

"Kita akan bertahap, 1 persen kita evaluasi bagaimana teknologi itu bisa digunakan oleh mesin pesawat. Kemudian nanti tentu secara bertahap akan meningkat sampai 2060 harapannya bisa 30 sampai 50 persen blended SAF-nya," tutup Sokhib.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Tanda Orang yang Hatinya Bersih dan Sehat, Bisa Anda Kenali dengan Mudah
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Orang tua perlu waspada beberapa tanda khas TBC anak
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Cara Daftar Bansos BPNT, PKH, dan KIS PBI pada Juli 2026, Klik di Sini!
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
HSI Ingatkan Bahaya Perang Informasi, Rasminto: Ancam Persatuan dan Indonesia Emas 2045
• 11 jam laludisway.id
thumb
Jadi Tersangka Korupsi, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri
• 5 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.