Irtja Tangahu Hadju Luncurkan Buku Berjudul Gorontalo Takdir Pohala’a

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buku yang menceritakan tentang sebuah peradaban yang membentuk suatu entitas sosio politik dari fase purba sampai terbentuknya suatu provinsi yang berjudul 'Gorontalo Takdir Pohala’a', hadir untuk mengingatkan kembali masyarakat era sekarang. Buku ini memuat perjuangan bangsa pada masa itu sampai menuju modernisasi.

Sang penulis, Irtja Tangahu Hadju, terinspirasi dari pengamatannya terhadap sejarah masa lalu yang lama-kelamaan terancam punah oleh faktor globalisasi. Atas dasar itu, penulis beranggapan sejarah adalah fondasi peradaban. Tanpa pemahaman mendalam mengenai masa lalu, generasi penerus akan kehilangan arah dalam menapaki masa depan.

Baca Juga
  • Peringati Satu Dekade, Big Bad Wolf akan Gelar Baca Buku Serentak Libatkan 1 Juta Orang
  • Jelang Tahun Ajaran Baru, Buku Tulis Berdesain Karakter Kian Diminati Pelajar
  • Nasdem: Rachmat Gobel akan Dimakamkan di Gorontalo

Buku 'Gorontalo: Takdir Pohala'a' hadir sebagai karya historiografi monumental yang merekonstruksi perjalanan peradaban Gorontalo, mulai dari fase purba hingga pembentukan entitas sosiopolitik "Duluwo Limo Lo Pohala'a". Fase terakhir memuat sejarah sampai menjadi sebuah provinsi sendiri selepas reformasi.

"Karya ini bukan sekadar catatan sejarah deskriptif, melainkan sebuah dialog yang lahir dari ketekunan riset selama dua dekade (2005-2026)," kata Irtja dalam peluncuran buku di Jakarta Selatan, Ahad (12/7/2026). Momen itu juga dihadiri Menpora periode 2009-2014 Adhyaksa Dault yang merupakan tokoh kelahiran Gorontalo.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan Dini BMKG 13-14 Juli 2026, Jatim hingga Sulawesi Utara Waspada Angin Kencang
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Sarwendah Ramai Kena Isu Boikot, Ruben Onsu Ogah Ikut Campur
• 27 menit lalugrid.id
thumb
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Buol Sulteng, Tak Berpotensi Tsunami
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Pemkab Kuningan Alokasikan 22.588 Hektare LP2B dalam RTRW untuk Lindungi Lahan Pertanian
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Kenangan Rahmi Hatta dalam usia satu abad (1)
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.