BEI Catat Dana IPO Rp2,16 Triliun hingga 10 Juli 2026, Masih Ada 4 Perusahaan dalam Pipeline

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

BEI mencatat hingga 10 Juli 2026 telah diterbitkan 109 emisi obligasi dan sukuk dari 59 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

BEI Catat Dana IPO Rp2,16 Triliun hingga 10 Juli 2026, Masih Ada 4 Perusahaan dalam Pipeline (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah melaksanakan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) sepanjang 2026 hingga 10 Juli. Dari aksi korporasi tersebut, total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp2,16 triliun.

Sementara itu, hingga 10 Juli 2026 masih terdapat empat perusahaan yang berada dalam pipeline pencatatan saham di BEI.

Baca Juga:
BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik bagi Investor

Mengacu pada klasifikasi aset berdasarkan POJK Nomor 53/POJK.04/2017, perusahaan yang berada dalam antrean IPO terdiri atas dua perusahaan beraset skala kecil dengan nilai aset di bawah Rp50 miliar, tidak terdapat perusahaan beraset skala menengah atau aset Rp50 miliar-Rp250 miliar, serta dua perusahaan beraset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

Dari sisi sektor, pipeline IPO tersebut terdiri atas dua perusahaan sektor healthcare, satu perusahaan sektor basic materials, dan satu perusahaan sektor consumer non-cyclicals.

Baca Juga:
BEI Lengkapi Fitur IDX Mobile, Investor Kini Bisa Pantau Free Float hingga Kepemilikan Saham

Di pasar surat utang, BEI mencatat hingga 10 Juli 2026 telah diterbitkan 109 emisi obligasi dan sukuk dari 59 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp100,12 triliun.

Saat ini masih terdapat 12 emisi dari 11 penerbit EBUS yang berada dalam pipeline. Berdasarkan sektornya, pipeline tersebut terdiri atas lima perusahaan sektor infrastructures, tiga perusahaan sektor energy, dua perusahaan sektor basic materials, dan satu perusahaan sektor consumer non-cyclicals.

Sementara itu, untuk aksi korporasi rights issue, hingga 10 Juli 2026 tercatat empat perusahaan telah melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan total nilai mencapai Rp3,89 triliun.

BEI juga mencatat masih terdapat satu perusahaan yang berada dalam pipeline rights issue. Perusahaan tersebut berasal dari sektor properties & real estate.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marcuez Menggila di Sachsenring
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
Bejat! Guru Ngaji Diduga Cabuli Murid di Bogor
• 23 jam laludetik.com
thumb
Pantauan Malam Ini di Polda Metro Jaya, Penanganan Kasus Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Dinanti
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Buol, BPBD Imbau Warga Tetap Tenang
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Presiden Prabowo: Koperasi Merah Putih Jadi Pusat Ekonomi Desa dan Saluran Utama Subsidi Rakyat
• 14 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.