Setelah lebih dari 100 pertandingan, Spanyol akan menghadapi Prancis dan Argentina akan berhadapan dengan Inggris di babak semifinal turnamen Piala Dunia 2026 terbesar dalam sejarah
EtIndonesia.com Untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia, empat tim dengan peringkat tertinggi sebelum turnamen dimulai menjadi empat tim terakhir yang tersisa menuju semifinal.
Setelah lebih dari 100 pertandingan yang berlangsung selama lebih dari sebulan di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada, seluruh kisah kejutan dari tim-tim kuda hitam yang mencuri perhatian sejak fase grup akhirnya berakhir.
Empat tim yang masih bersaing memperebutkan gelar juara dunia sesuai dengan peringkat FIFA sebelum turnamen: Argentina (peringkat 1), Spanyol (peringkat 2), Prancis (peringkat 3), dan Inggris (peringkat 4).
Meskipun seluruh tim kuda hitam dan tim yang sedang naik daun seperti Tanjung Verde, Skotlandia, dan Norwegia telah tersingkir, empat kekuatan sepak bola ini masih menyajikan sejumlah kisah menarik yang berpotensi masuk dalam sejarah olahraga.
Di antaranya adalah kemungkinan munculnya tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun sejak 1962, sebuah negara yang meraih gelar Piala Dunia pertamanya sejak 1966, serta tim yang mencatat rekor nirbobol terpanjang dalam sejarah Piala Dunia dan sejauh ini hanya kebobolan satu gol.
Berikut gambaran pertandingan semifinal Piala Dunia FIFA 2026
Spanyol vs PrancisDari kawasan Pegunungan Pirenia yang memisahkan kedua negara, rivalitas lintas perbatasan akan tersaji dalam duel “Merah versus Biru” di Dallas.
Mikel Oyarzabal dan Lamine Yamal akan memimpin tim Spanyol menghadapi Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, dan tim Prancis pada 14 Juli pukul 15.00 waktu Timur AS atau Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Di lini depan, babak baru persaingan Sepatu Emas (Golden Boot) akan tersaji ketika Mbappé berusaha mengakhiri turnamen sebagai pencetak gol terbanyak untuk kedua kalinya secara beruntun. Ia memenangkan penghargaan itu pada Piala Dunia 2022 setelah mencetak delapan gol, meskipun Prancis akhirnya kalah dari Argentina yang dipimpin Lionel Messi di partai final.
Prancis kini berupaya menebus kegagalan masa lalu dan meraih gelar Piala Dunia ketiga mereka, sekaligus yang pertama sejak 2018.
Pertandingan ini juga akan menampilkan duel dua tim yang sangat sulit dibobol.
Kiper Spanyol Unai Simón tidak kebobolan satu gol pun dalam lima pertandingan pertama, mencetak rekor baru Piala Dunia dengan 649 menit tanpa kebobolan. Rekor sebelumnya adalah 518 menit yang dicatat kiper Italia Walter Zenga pada Piala Dunia 1990.
Lima laga nirbobol Simón terjadi saat menghadapi Tanjung Verde, Arab Saudi, Uruguay, Austria, dan Portugal.
Satu-satunya pemain yang mampu menaklukkannya sejauh ini adalah penyerang Belgia Charles De Ketelaere, yang mencetak dua gol ketika Belgia mengalahkan Amerika Serikat 4–1. Namun gol telat dari pemain pengganti Spanyol Mikel Merino akhirnya mengantarkan La Roja ke babak berikutnya.
Pertahanan Prancis juga sangat kokoh. Kiper Mike Maignan telah mencatat empat pertandingan tanpa kebobolan. Hingga kini ia hanya kemasukan dua gol, keduanya terjadi pada fase grup awal, masing-masing saat menghadapi Senegal dan Norwegia.
Argentina vs InggrisReferensi mengenai Perang Falkland sudah mulai ramai bermunculan di media sosial menjelang pertandingan Argentina melawan Inggris pada 15 Juli pukul 15.00 waktu Timur AS di Atlanta atau Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Lionel Messi dan Julián Álvarez akan memimpin tim Argentina menghadapi skuad Inggris yang diperkuat Harry Kane dan Jude Bellingham.
Argentina memang berstatus juara bertahan Piala Dunia, tetapi perjalanan mereka menuju semifinal relatif lebih mudah dibandingkan lawan berikutnya—setidaknya jika dilihat di atas kertas.
Tim peringkat pertama dunia itu belum menghadapi satu pun tim 10 besar dunia sepanjang turnamen. Pada fase grup mereka menghadapi Aljazair (peringkat 28), Austria (24), dan Yordania (63). Pada fase gugur mereka bertemu Tanjung Verde (67), Mesir (29), dan Swiss (19).
Namun tiga pertandingan fase gugur Argentina sama sekali tidak mudah.
Penampilan heroik Tanjung Verde yang mencetak dua gol memaksa sang juara bertahan bermain hingga babak tambahan waktu dan nyaris menyeret pertandingan ke adu penalti.
Kemudian Mesir sempat unggul 2–0 atas Argentina, dan Argentina baru bisa bangkit dalam 21 menit terakhir pertandingan.
Swiss juga memaksa laga perempat final berlanjut ke babak tambahan waktu. Mereka mampu mempertahankan skor imbang 1–1 meskipun bermain dengan 10 orang selama lebih dari 30 menit akibat kartu merah.
Sementara itu, Inggris memulai turnamen dengan menghadapi Kroasia (peringkat 11), kemudian harus mengalahkan Meksiko (14) di Mexico City meskipun bermain dengan 10 pemain selama hampir 40 menit karena kartu merah.
Mereka kemudian mengatasi Norwegia yang dipimpin Erling Haaland, sebelum melaju ke perempat final dan menyingkirkan Brasil yang berada di peringkat keenam dunia.
Haaland sendiri sempat bersaing dalam perebutan Sepatu Emas dengan torehan tujuh gol sebelum Norwegia tersingkir dalam penampilan perdana mereka di Piala Dunia.
Pekan ini, Mbappé, Messi, Kane, dan Bellingham masih berpeluang menambah koleksi gol mereka.
Kane memenangkan Sepatu Emas pada Piala Dunia 2018 dengan enam gol. Tahun ini ia sudah menyamai jumlah tersebut dan hanya tertinggal dua gol dari Mbappé yang memimpin daftar pencetak gol sementara.
Messi juga telah mencetak delapan gol, tetapi saat ini berada di posisi kedua karena Mbappé memiliki jumlah assist yang lebih banyak.
Meski telah meraih berbagai prestasi, termasuk gelar juara Piala Dunia dan medali emas Olimpiade, Messi hingga kini belum pernah memenangkan penghargaan Sepatu Emas di ajang Piala Dunia.
Artikel ini terbit di The Epoch Times edisi bahasa Inggris





