Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) hari pertama di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, sempat dihentikan setelah pihak sekolah menerima ancaman bom melalui pesan WhatsApp pada Senin (13/7). Polisi langsung mengerahkan Tim Gegana dan Densus 88 untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi.
Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan, hasil pemeriksaan sementara belum menemukan adanya bahan peledak. Meski begitu, proses penyisiran masih terus dilakukan.
“Ini sudah dicek gegana dan Densus 88. Nihil, tapi masih disisir, lagi disisir,” kata Nurma saat dikonfirmasi, Senin (13/7).
Nurma menjelaskan, laporan diterima polisi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, para guru sedang mengikuti upacara pembukaan MPLS sehingga baru mengetahui adanya pesan ancaman setelah kegiatan selesai.
“Laporannya setengah 8 tapi memang di WA itu orang lagi pada upacara. sudah upacara baru liat wa nya kita langsung datang semuanya camat lurah,” ujarnya.
Menurut Nurma, pesan ancaman tersebut dikirim secara pribadi melalui WhatsApp kepada guru kelas 1 dan staf tata usaha (TU) sekolah.
“Itu di WA dijapri guru kelas satu sama TU,” ucapnya.
Sebagai langkah antisipasi, polisi mengevakuasi seluruh siswa dari area sekolah sebelum proses penyisiran dilakukan.
“Anak-anak sudah dievakuasi, kita arahkan keluar sekolah dulu,” tutur Nurma.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, pesan dari orang tak dikenal itu berisi ancaman bahwa bom telah dipasang di 11 titik di lingkungan sekolah. Pesan serupa disebut dikirim sebanyak dua kali.
Hingga Senin siang, Tim Gegana masih melakukan sterilisasi di area sekolah untuk memastikan situasi benar-benar aman.





