Zulhas: 148 Ribu Pemasok Sudah Terlibat dalam Program MBG, Mayoritas dari Desa

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah mengungkapkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang sebagian besar berasal dari desa. Para pemasok tersebut terdiri atas Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Zulkifli Hasan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan mengatakan pemerintah terus mendorong agar kebutuhan bahan baku Program MBG dipenuhi dari hasil produksi lokal. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas manfaat ekonomi program, khususnya bagi masyarakat di pedesaan.

“Saat ini, Program MBG telah melibatkan sekitar 148 ribu pemasok yang terdiri dari BUMDes, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kelompok tani, kelompok peternak, dan pelaku UMKM. Pemerintah terus mendorong agar kebutuhan bahan baku MBG dipenuhi dari hasil produksi lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat desa,” ujar Zulhas di Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026).

Menurut dia, pemerintah tidak hanya mengandalkan beras sebagai sumber pangan nasional, tetapi juga mendorong pengembangan berbagai komoditas pangan lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menko Pangan menilai, penguatan pangan lokal menjadi bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan. Untuk itu, hasil produksi masyarakat didorong dapat terserap melalui Program MBG maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

“Pangan lokal harus menjadi kekuatan ekonomi desa. Karena itu, pemerintah mendorong agar hasil produksi masyarakat dapat terserap oleh Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sehingga manfaatnya langsung dirasakan petani, peternak, dan pelaku UMKM,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan sinergi antara Program MBG dan Koperasi Merah Putih diharapkan mampu memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka pasar yang lebih berkelanjutan bagi komoditas pangan lokal.

“Ketahanan pangan harus berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan. Ketersediaan air, tanah yang subur, dan ekosistem yang terjaga merupakan modal utama bagi keberlanjutan produksi pangan nasional,” pungkasnya.(lea/bil/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sempat Nonton Piala Dunia, Ini Kenangan Terakhir Temon Sebelum Meninggal Dunia
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Yakin Koperasi Satu-satunya Jalan Melindungi Rakyat Paling Bawah
• 7 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Siswa Pertanyakan Kejelasan Subsidi SSK, Dedi Mulyadi Minta Sekolah dan Disdik Beri Penjelasan Langsung
• 20 jam lalugrid.id
thumb
Bantu Myanmar, Indonesia Siap Jadi Jembatan Solusi Berkelanjutan
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Semifinal Piala Dunia 2026
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.