Mahfud Curiga Tindakan Polri Ini Upaya Mengaburkan Perkara Jampidsus Febrie

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Mahfud MD mengkritik keras langkah penyidik kepolisian yang menyerahkan penyidikan kasus korupsi dan TPPU dengan tersangka eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

"Ini tidak dikenal bahkan tidak dibenarkan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP, red)," kata dia melalui YouTube akun @mahfudMD, seperti dikutip Senin (13/7).

BACA JUGA: Febrie Adriansyah Mundur, Komjak Desak Segera Ada Jampidsus Definitif

Diketahui, penyidik Kortas Tipidkor Polri pada Sabtu (11/7) kemarin telah melimpahkan berkas penyidikan kasus korupsi dan TPPU dengan tersangka Febrie Adriansyah ke kejaksaan.

Mahfud sendiri merasa pelimpahan berkas pada Sabtu kemarin bukan dimaksudkan perkara segera P21 atau dinyatakan komplit. 

BACA JUGA: Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Jaksa Agung Tunjuk Jamwas Jadi Plt Jampidsus

Menurutnya, aksi polisi pada Sabtu kemarin ialah menyerahkan kelanjutkan penyidikan korupsi dan TPPU dengan tersangka Febrie ke kejaksaan.

Dia mengatakan tidak salah jika aksi penyerahan penyidikan ke kejaksaan dianggap publik sebagai bentuk kompromi dari perang proksi.

BACA JUGA: Ini Dosa Eks Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah yang Dibongkar Polri

"Tidak salahlah, jika ada yang mengatakan bahwa pengalihan perkara mantan Jampidsus Febri Adriansyah ini sebagai produk kompromi dari perang proksi, bukan jalan penegakan hukum yang konsisten," kata Mahfud.

Eks Menko Polhukam itu mengatakan aksi penyerahan penyidikan membuat publik curiga langkah tersebut demi melokalisasi perkara.

"Ditujukan untuk mengaburkan perkara ini atau untuk melokalisir perkara ini agar jangkauannya terbatas pada tersangka yang sudah ditetapkan dan tidak boleh menyentuh yang lain," ungkap Mahfud.

Eks Menteri Pertahanan (Menhan) RI itu juga menilai publik bisa curiga aksi penyerahan penyidikan menjadi jalan tak melanjutkan penangaban perkara.

"Bisa juga ini merupakan jalan untuk mencoba meniadakan kasus, meskipun hal itu kecil kemungkinannya," katanya. (ast/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Terkini Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Jakarta
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Rano Karno Tutup Jakarta Fair 2026, Sebut Jadi Kado Menuju 500 Tahun Jakarta
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Argentina Nyaris Tersingkir, Julian Alvarez Selamatkan Lionel Messi Cs ke Semifinal Piala Dunia 2026
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Luar Negeri
• 14 jam laludetik.com
thumb
Harga Tiket Piala Dunia 2026 Turun, Ini Rinciannya
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.