Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah bank swasta nasional menerapkan sejumlah strategi dalam menghimpun dana murah di tengah dinamika likuiditas industri perbankan dan peredaran dana yang terkonsentrasi di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Direktur Utama PT Bank Permata Tbk. (BNLI) Melia M. Rusli menyampaikan, perseroan secara konsisten menerapkan strategi balance sheet optimization dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi likuiditas, cost of funds bank, kompetisi pasar serta strategi bisnis bank secara menyeluruh.
“Fokus kami tetap pada pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang murah, berkualitas dan stabil seperti CASA,” kata Meliza kepada Bisnis, dikutip pada Senin (13/7/2026).
Lebih lanjut Meliza menyebut, pertumbuhan dana murah yang berkualitas dan stabil tersebut dicapai melalui penguatan transaksi nasabah, optimalisasi layanan digital di semua kanal-kanal bank, serta pendalaman hubungan dengan nasabah konsumer, komersil, maupun korporasi.
Dengan penerapan strategi yang disiplin dan prudent, perseroan terus berupaya untuk menjaga pertumbuhan pendanaan tetap sehat dan berkelanjutan.
Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) Lani Darmawan mengatakan bahwa CIMB Niaga tetap fokus meningkatkan dana murah, melalui operating account, layanan payroll, serta cash management.
“Kami tetap fokus di CASA lewat operating acct, payrolls, dan cash management,” kata Lani kepada Bisnis beberapa waktu lalu.
Dari sisi bank digital, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) secara selektif meningkatkan DPK secara selektif, dengan menawarkan suku bunga yang kompetitif tanpa mengorbankan biaya dana (cost of fund).
Direktur Risiko, Kepatuhan, dan Hukum Allo Bank Ganda Raharja Rusli mengatakan, perseroan memperkuat strategi ecosystem banking dengan mengintegrasikan layanan perbankan ke dalam aktivitas harian nasabah.
“Bank juga secara masif mendorong akuisisi nasabah baru melalui aplikasi mobile banking untuk menekan biaya operasional,” tutur Ganda.
Allo Bank juga menawarkan berbagai insentif nonbunga, seperti bebas biaya transfer antarbank, kemudahan pembayaran QRIS, serta program poin reward transaksi untuk meningkatkan loyalitas nasabah.
Sementara itu, dari sisi industri bank syariah, PT Bank Mega Syariah menilai pengetatan likuiditas dan konsentrasi dana di bank-bank Himbara merupakan tantangan yang dihadapi seluruh industri perbankan.
Untuk menjaga pertumbuhan dana murah, Corporate Secretary Bank Mega Syariah Hanie Dewita menyampaikan bahwa perseroan memperkuat ekosistem yang menjadi fokus bisnisnya, seperti sektor pendidikan, kesehatan, dan pesantren.
“Strategi penghimpunan dana murah Bank Mega Syariah lebih diarahkan pada penguatan ekosistem yang menjadi fokus bisnis perseroan,” ungkap Hanie.





