Ramin Djawadi, Komposer Iran di Balik Theme Song Game of Thrones

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Dentuman drum dan gesekan selo yang membuka serial Game of Thrones tentu terdengar sangat ikonik bagi para fansnya. Namun, mungkin belum banyak yang tahu sosok jenius di balik komposisi tersebut adalah Ramin Djawadi, komposer berbakat keturunan Iran-Jerman.

Lahir pada 1974, Djawadi menggabungkan warisan budayanya dengan teknik musik modern Hollywood.

Bakat musik Djawadi sudah terlihat sejak ia masih balita. Dalam sebuah wawancara, ia mengenang bagaimana orang tuanya menyadari potensi besar dalam dirinya saat ia masih berusia empat tahun.

"Menurut ibu saya, suatu kali saya hanya duduk di depan piano dan memainkan kembali sebuah nada hanya dengan mengandalkan telinga," kenang Djawadi.

Ramin Djawadi Tangani Musik Game of Thrones Sejak 2011

Melihat hal tersebut, orang tuanya segera mendaftarkannya untuk les musik. Meski sempat berhenti bermain musik di usia remaja, ia kembali jatuh cinta pada instrumen gitar di usia 13 tahun.

Perjalanan karier Djawadi tidak instan. Setelah menimba ilmu di Berklee College of Music, Amerika Serikat, ia mendapat kesempatan emas bekerja di bawah bimbingan komposer legendaris Hans Zimmer di Remote Control Productions.

Djawadi dipercaya menangani musik Game of Thrones sejak 2011. Djawadi ingin menciptakan sesuatu yang berbeda. Ia secara sadar menghindari suara musik fantasi klasik yang biasanya didominasi oleh instrumen seruling.

"Awalnya, saya diberitahu tidak menggunakan seruling sama sekali, instrumen yang sering ditampilkan dalam 'The Lord of the Rings', misalnya," jelas Djawadi.

Sebagai gantinya, ia memilih suara selo yang dalam dan gelap untuk mewakili suasana kelam dunia Westeros.

Salah satu kekuatan utama musik Djawadi adalah kemampuannya menyisipkan elemen etnik yang mencerminkan akar Iran-nya. Produser serial ini ingin suara unik untuk dunia fantasi yang luas tersebut.

"Berada di dunia fantasi memungkinkan kami membuka pintu bagi instrumen seperti taiko drum Jepang dan duduk instrumen tiup kayu dari Armenia/Timur Tengah," jelas Djawadi.

Ia juga mengakui bahwa koleksi instrumen etnik sangat membantu bereksperimen menciptakan suara-suara baru.

Bagi Djawadi, menggarap musik untuk Game of Thrones bukanlah tugas biasa, melainkan proyek berskala besar. Ia menganggap setiap musim serial ini memiliki tingkat kerumitan yang setara dengan film layar lebar.

"Menariknya, ini sangat berbeda dengan kebanyakan serial televisi. Game of Thrones itu seperti film berdurasi 10 jam," ujar Djawadi.

Proses kreatifnya dimulai setelah syuting selesai, di mana ia melihat setiap episode untuk menentukan di mana musik harus masuk dan emosi apa yang ingin dicapai.

"Spotting session" ini menjadi kunci keberhasilan dramatisasi musiknya. Djawadi bekerja sangat dekat dengan para produser agar setiap adegan terasa detail.

"Setiap adegan dibahas secara individu, dan kemudian saya mulai menulis musiknya. Beberapa waktu kemudian, kami bertemu lagi dan saya memainkan musik yang telah saya gubah, lalu kami mendiskusikan perubahannya," ucap Djawadi.

Melalui tangannya, musik Game of Thrones jadi nyawa dari cerita itu sendiri. Ramin Djawadi membuktikan keberagaman budaya dapat melahirkan karya seni yang abadi dan dicintai di seluruh dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Rombongan Tamu Pernikahan di Indramayu, Korban Tewas Bertambah Jadi 12 Orang
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Israel Bakal Gelar Pemilu pada 27 Oktober, Tentukan Nasib Netanyahu
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Harga Emas Turun Dipicu Kekhawatiran Lonjakan Inflasi
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hari Terakhir Libur Sekolah, Kawasan Braga di Bandung Masih Dipadati Wisatawan | KOMPAS MALAM
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Balas Agresi Amerika, Iran Serang Infrastruktur Logistik Kapal Induk AS di Oman
• 12 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.