TEHERAN, KOMPAS.TV - Iran langsung bergerak membalas serangan Amerika Serikat (AS) dengan menghantam pangkalan militer AS di kawasan.
Garda Revolusi Iran mengungkapkan telah menyerang pangkalan komando drone AS di Bahrain.
Mereka juga menegaskan menghantam dua pangkalan militer di Kuwait.
Baca Juga: Israel Adakan Pemilu 27 Oktober, Netanyahu Bertekad Berkuasa Lagi
Pada pernyataannya, IRGC mengungkapkan bahwa AS belum belajar dari kekalahan baru-baru ini “dalam menghadapi para pejuang Islam dan melanjutkan agresinya”.
“Rezim AS yang jahat dan gemar berperang, yang hampir tidak pernah berhenti berperang dan melakukan kejahatan militer sejak berdirinya, belum belajar dari kekalahan baru-baru ini dalam menghadapi para pejuang Islam dan terus melanjutkan agresinya,” ucapnya dikutip dari Tasnim, Senin (13/7/2026).
Pernyataan IRGC tersebut menekankan bahwa operasi serangan balasan akan terus berlanjut.
Sementara itu, terkait serangan ke dua pangkalan militer AS di Kuwait, IRGC mengungkapkan telah menghancurkan sepenuhnya tangki bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di Pangkalan Udara Ali Al-Salem.
IRGC juga menegaskan telah menghancurkan sistem radar FPS strategis di Pangkalan Udara Ahmed Al-Jaber.
Dikutip dari Anadolu Agency, mereka mengatakan pasukan udara IRGC melakukan serangan tersebut selama fase ketiga dari apa yang disebut sebagai operasi “mata balas mata”.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Tasnim/Anadolu Agency
- garda revolusi iran
- serangan amerika serikat
- komando drone
- bahrain
- kuwait
- operasi mata balas mata





