PKM Universitas IBA Dorong Nilai Jual Laos di Palembang

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, PALEMBANG - Komoditas lengkuas atau laos selama ini kerap dipandang sebelah mata dan hanya dijual dalam bentuk segar dengan harga murah di pasar tradisional.

Menyadari potensi tersebut, tim Pengabdian Pada Masyarakat (PKM) Universitas IBA bersama-sama dosen dan mahasiswa menggelar program pemberdayaan di Kecamatan Sematang Borang, Palembang.

Targetnya adalah Kelompok Tani Rejosari, Kelurahan Sukamulya, yang kini diajak bertransformasi melalui inovasi pengolahan simplisia laos kering dan bubuk.

Melalui sentuhan teknologi tepat guna dan edukasi pascapanen, tim PKM Universitas IBA yang diketuai oleh Endang Kusdiah Ningsih, melatih para petani lokal untuk mengubah laos segar menjadi produk berdaya simpan lama.

Produk ini diolah menjadi wujud simplisia kering rajangan serta bentuk bubuk bumbu instan agarlebih praktis digunakan konsumen.

Endang mengungkapkan bahwa wilayah Sematang Borang memiliki produktivitas laos yang melimpah, namun kerap mengalami anjlok harga saat panen raya.

“Inovasi bentuk kering dan bubuk ini hadir sebagai solusi konkret. Kami melakukan pendampingan intensif secara terukur melalui tiga tahapan pelatihan utama,” ujarnya pada Rabu (8/7/2026).

Dalam pelaksanaannya, program pengabdian Universitas IBA ini diperkuat oleh anggota tim, yaitu Chuzaimah dan Yursida.

Rangkaian transformasi berkala yang diberikan kepada Kelompok Tani Rejosari tersusun dalam 3 tahap.

Pada tahap 1, yakni 17 Mei 2026, dilakukan pelatihan produksi simplisia berbahan baku rimpang laos guna menjaga mutu, higienitas, dan ketahanan simpan pascapanen dalam bentuk kering maupun bubuk.

Pada tahap 2, yakni 14 Juni 2026, dilakukan pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) yang memanfaatkan limbah lengkuas sisa produksi menjadi produk bernilai guna tinggi.

Pada tahap 3, yakni 5 Juli 2026, dilakukan pelatihan pengemasan produk dan pemasaran digital untuk produk simplisia lengkuas serta pupuk organik cair (POC) guna membuka peluang pemasaran digital bagi petani.

Ketua Kelompok Tani Rejosari Suroyo menyambut baik kegiatan ini. Dia mengaku, sebelum adanya program pemberdayaan ini, banyak hasil panen laos yang membusuk jika tidak laku di pasar tradisional.

“Sekarang, dengan diolah menjadi simplisia kering dan bubuk serta dimanfaatkan limbahnya menjadi pupuk organik cair, kami bisa meminimalisasi kerugian. Adanya pelatihan pemasaran digital juga sangat membantu kami memahami cara berjualan secara modern,” tuturnya dengan penuh optimisme.

Di akhir kesempatan, Endang Kusdiah Ningsih mewakili seluruh civitas akademika Universitas IBA menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak yang menyokong penuh kegiatan ini.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang telah mendanai kegiatan PKM ini. Dukungan ini sangat berarti dalam mewujudkan hilirisasi produk pertanian di Kota Palembang,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Qatar Hentikan Sementara Semua Aktivitas Maritim di Tengah Eskalasi AS-Iran
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Naik Peringkat Geser Pembalap Malaysia
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tanda Pria Setia yang Bisa Dikenali Sejak Awal Hubungan
• 23 jam lalubeautynesia.id
thumb
Shio yang Sebaiknya Tunda Tanda Tangan Kontrak Investasi dan Kontrak Kerja Hari Ini
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Gagalkan Pengiriman Senpi Rakitan di Bakauheni, Penerimanya Ternyata Pelaku Begal
• 50 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.