Mengapa Banyak Orang Terjebak Overthinking?

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Fenomena overthinking atau berpikir secara berlebihan semakin banyak dibahas dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda. Kondisi ini ditandai dengan kecenderungan memikirkan suatu persoalan secara berulang hingga memunculkan rasa cemas, takut, dan kesulitan dalam mengambil keputusan.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa overthinking merupakan kebiasaan memikirkan suatu masalah secara terus-menerus hingga memengaruhi kondisi emosional dan kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Apabila dibiarkan, kebiasaan ini dapat meningkatkan stres dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain dipengaruhi oleh kondisi pribadi, overthinking juga dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti tekanan akademik, tuntutan pekerjaan, masalah ekonomi, hingga kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain di media sosial. Situasi tersebut membuat sebagian orang lebih mudah membayangkan kemungkinan terburuk dibandingkan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi ketika seseorang mampu menyadari potensi dirinya, mengatasi tekanan hidup, bekerja secara produktif, dan berkontribusi kepada lingkungannya. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.

Rasa takut sebenarnya merupakan respons yang normal ketika seseorang menghadapi tantangan atau situasi baru. Namun, apabila rasa takut muncul secara berlebihan hingga menghambat aktivitas, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian. Seseorang yang mengalami overthinking umumnya lebih sulit mengambil keputusan, sering menyalahkan diri sendiri, serta terus memikirkan kesalahan yang telah terjadi.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa kebiasaan berpikir berlebihan dapat berdampak pada kualitas tidur, menurunnya konsentrasi, meningkatnya stres, hingga memicu gangguan kecemasan apabila tidak dikelola dengan baik.

Untuk mengurangi overthinking, seseorang dapat mulai membatasi penggunaan media sosial, menjaga pola tidur, berolahraga secara rutin, serta meluangkan waktu untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan. Apabila keluhan dirasakan semakin berat atau berlangsung dalam waktu lama, berkonsultasi dengan psikolog dapat menjadi langkah yang tepat.

Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental menjadi langkah positif. Dengan mengenali tanda-tanda overthinking sejak dini dan menerapkan pola hidup yang seimbang, setiap individu diharapkan mampu menjaga kesehatan mental sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Sumber:

World Health Organization (WHO): https://www.who.int/health-topics/mental-health

Kementerian Kesehatan RI: https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3188/mengapa-seseorang-bisa-mengalami-overthinking


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemarin Temon Templar meninggal, Geopark Night Specta masuk KEN 2026
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Wabup Sukoharjo Eko Sapto Purnomo Jadi Plt Bupati Gantikan Etik yang Di-OTT KPK
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Riuh! Prabowo Sentil Parpol saat Pidato di Hari Koperasi Nasional 2026: Sorry Yee
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Gegana dan Densus 88 Sisir SDN Srengseng Sawah 15 Usai Dapat Teror Bom, Siswa dan Guru Sudah Dievakuasi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
OCBC (NISP) Siapkan Rp748,56 Miliar untuk Pelunasan Obligasi Jatuh Tempo
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.