Hyundai Proyeksi Pasar Mobil Tetap Tumbuh Semester II/2026

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menilai pasar otomotif nasional masih memiliki peluang bertumbuh pada semester II/2026. Kendati demikian, perseroan mengingatkan sejumlah tantangan ekonomi masih perlu diantisipasi agar tren positif penjualan kendaraan dapat berlanjut hingga akhir tahun.

Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia Fransiscus Soerjopranoto mengatakan, kenaikan penjualan mobil pada semester I/2026 tidak terlepas dari membaiknya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Selain itu, semakin beragamnya pilihan model yang ditawarkan produsen juga turut mendorong minat konsumen.

Menurutnya, kondisi tersebut turut tercermin pada kinerja penjualan Hyundai di pasar domestik. Sejumlah model dinilai mampu membukukan performa positif di segmennya masing-masing sepanjang paruh pertama tahun ini.

"Kami melihat pertumbuhan penjualan mobil pada semester I/2026 didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, serta semakin beragamnya pilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," ujar Frans kepada Bisnis, dikutip Senin (13/7/2026).

Frans menjelaskan, Hyundai Palisade memimpin segmen SUV E-F dengan pangsa pasar terbesar. Sementara itu, Kona EV menjadi model Hyundai dengan pertumbuhan tercepat di segmen kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV).

Di segmen multipurpose vehicle (MPV) B, Stargazer juga mencatatkan kinerja yang positif. Model tersebut menempati posisi kedua dalam pertumbuhan penjualan di kelasnya dengan kenaikan 10,8% secara tahunan (year-on-year/YoY).

Baca Juga

  • Hyundai Andalkan Stargazer, Jaga Kinerja Semester I/2026
  • Hyundai Siapkan Investasi Rp494 Triliun untuk Bangun Ekosistem AI
  • Strategi Hyundai di GIIAS 2026: Siapkan Deretan Mobil Listrik dan Hybrid Baru

Memasuki paruh kedua 2026, Hyundai menilai prospek pasar otomotif nasional masih cukup menjanjikan meski sejumlah faktor eksternal diperkirakan tetap membayangi industri.

"Untuk semester II/2026, kami melihat peluang pasar tetap terbuka meskipun industri masih menghadapi sejumlah tantangan seperti dinamika suku bunga, pergerakan nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat yang masih perlu dicermati," jelasnya.

Lebih lanjut, dia menilai tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat serta inovasi produk yang terus dihadirkan produsen otomotif akan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan pasar sepanjang sisa tahun ini.

"Namun, dengan kebutuhan mobilitas yang tetap tinggi dan inovasi produk yang terus dihadirkan oleh para pelaku industri, kami optimistis pasar otomotif Indonesia dapat mempertahankan momentum positif hingga akhir tahun," pungkasnya.

Secara keseluruhan, pasar otomotif nasional masih menunjukkan tren pertumbuhan. Penjualan wholesales sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 436.564 unit atau meningkat 15,9% secara tahunan (YoY) dibandingkan 376.707 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Dari sisi penjualan ritel, distribusi kendaraan dari dealer kepada konsumen juga mencatatkan kinerja positif. Selama semester I/2026, penjualan ritel mencapai 433.848 unit atau naik 10,5% dibandingkan realisasi 392.778 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK panggil empat direksi swasta jadi saksi kasus Gatut Sunu Wibowo
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Minibus Tabrak Truk dan Kios di Maros: Sopir Tewas, 3 Penumpang Terluka | BERUT
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Ekspansi Bisnis, OCBC Hadirkan Transaksi Pakai Dirham UEA, Bath Thailand, dan Won Korea
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
Road Show E-Sports Kapolri Cup 2026 di Polda Kepri, Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi
• 17 jam laludetik.com
thumb
IHSG Dibuka di Zona Merah, Merosot 0,16 Persen ke 5.914
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.