150 ribu KPM masuk daftar pemberdayaan ekonomi dari pemerintah

antaranews.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial menargetkan sebanyak 150 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program bantuan perlindungan sosial pemerintah untuk mendapatkan program pemberdayaan ekonomi pada tahun ini.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa program pemberdayaan ini merupakan kelanjutan bagi masyarakat yang selama ini telah menerima bansos, sehingga bantuan yang diberikan itu tidak hanya bersifat konsumtif, melainkan berkelanjutan.

Baca juga: Menko PM: PNM Mekaar praktik baik pemberdayaan perempuan akar rumput

"Yang namanya bansos ini diterima mereka yang berhak, kemudian diteruskan dengan pemberdayaan. Tujuannya keluarga ini bisa naik kelas," kata dia.

Menurut dia, Kemensos mengalokasikan anggaran tambahan yang cukup besar demi memperluas jangkauan program agar dampak pengentasan kemiskinan dapat dirasakan secara lebih masif di berbagai daerah.

"Penambahan anggarannya signifikan sebesar Rp500 miliar tahun ini untuk 150 ribu KPM yang akan kita tindaklanjuti dengan pemberdayaan," ujarnya.

Mensos menjelaskan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan akan diawali dengan proses asesmen yang mendalam terhadap masing-masing penerima manfaat. Melalui tahapan ini, pemerintah dapat memetakan potensi dan kebutuhan riil dari setiap keluarga.

Intervensi yang diberikan nantinya mencakup tiga aspek utama, yakni peningkatan keterampilan, penguatan akses pasar atau permodalan, serta pemenuhan aset usaha. Langkah ini diharapkan mampu membentuk ekosistem usaha yang kokoh bagi para KPM.

"Hasil asesmennya, keterampilannya ditingkatkan, akses diperkuat, dan asetnya juga. Keterampilan penerima manfaat itu apa ditindaklanjuti, misal seperti menjahit, kerajinan apa, dagang apa gitu," tutur Saifullah.

Baca juga: Pemberdayaan ekonomi pedagang di ZCorner Jambi tunjukan hasil positif

Baca juga: Baznas-Kemenkop kolaborasi dorong usaha mikro mustahik naik kelas

Terkait sasaran program pemberdayaan ini, Kemensos memprioritaskan orang tua dari siswa Sekolah Rakyat. Selain itu, program ini juga menyasar para penerima manfaat eksisting dari program reguler Kemensos lainnya.

Penerima manfaat tersebut di antaranya berasal dari Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) yang merupakan masyarakat yang secara faktual terdata sebagai keluarga prasejahtera dan masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mensos: 731 Ribu Keluarga Daftar Perlinsos Digital, Implementasi Nasional 2027
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kejagung Tangani Kasus Mantan Petingginya, Ibarat Jeruk Makan Jeruk?
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Klasemen Moto3 2026: Veda Ega Naik Peringkat Geser Pembalap Malaysia
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Berlangsung Meriah, Rangkaian HUT ke-46 Dekranas Resmi Ditutup
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
2 Pendaki yang Hilang 2 Pekan di Gunung Bismo Ditemukan Meninggal
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.