Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut segmen multiguna masih menjadi penopang utama industri multifinance hingga Mei 2026 di tengah peningkatan pembiayaan modal kerja. Sementara, pembiayaan investasi masih mengalami kontraksi secara tahunan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, mengatakan pembiayaan multiguna per Mei 2026 tumbuh 5,21% secara tahunan (yoy) atau senilai Rp256,77 triliun.
"Pada Mei 2026, pembiayaan multiguna tercatat Rp256,77 triliun (tumbuh 5,21% year on year), modal kerja Rp55,36 triliun (tumbuh 7,96% year on year), dan investasi Rp168,06 triliun (terkontraksi 5,79% year on year). Kondisi ini menunjukkan kebutuhan pembiayaan masyarakat masih terjaga, termasuk didukung fleksibilitas produk multiguna yang masih mendominasi pembiayaan multifinance," ujar Agusman dalam lembar jawaban tertulis, Senin (13/7/2026).
OJK menilai, dominasi pembiayaan multiguna mengindikasikan kebutuhan masyarakat terhadap pembiayaan masih tetap terjaga. Selain dorongan dari permintaan, karakteristik produk yang fleksibel juga menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan segmen.
Hingga akhir tahun, Agusman mengatakan, peluang pertumbuhan industri multifinance masih tetap positif dengan penyaluran pembiayaan per Mei 2026 sebesar Rp513,19 triliun atau tumbuh 1,71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: OJK Perluas Perdagangan Karbon, Perkuat Ekonomi Hijau
Baca Juga: OJK Sumut Dorong Klaster Kemitraan Jagung Langkat Perluas Akses Pembiayaan Petani
"Penyaluran pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 1,71% year on year menjadi Rp513,19 triliun. Peluang pertumbuhan hingga akhir tahun masih terbuka seiring adanya ruang ekspansi pembiayaan di berbagai segmen industri," kata Agusman.





