Pantau - Perum Bulog mempercepat upaya mencapai kesepakatan ekspor beras ke Malaysia dan Singapura dengan mengejar kepastian harga serta memastikan kerja sama perdagangan yang menguntungkan petani, negara, dan keberlanjutan ekspor nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk membuka peluang ekspor ke kedua negara.
"Kita segera tindak lanjuti atas perintah Bapak Mentan untuk langsung mengejar bola ke Malaysia maupun ke Singapura, untuk tindak lanjuti kepastian harga dan lain sebagainya," ungkap Rizal.
Bulog Tunggu Kesiapan MalaysiaRizal menjelaskan Bulog hingga kini masih menunggu kesiapan Pemerintah Malaysia untuk menerima kunjungan guna membahas negosiasi ekspor beras secara langsung.
Ia mengatakan komunikasi dengan Malaysia terus dilakukan agar pembahasan teknis segera terlaksana dan menghasilkan kesepakatan harga yang saling menguntungkan.
"Kami belum ke sana karena di sana belum siap. Jadi, kan kita juga nggak mungkin kita ke sana, lah sana belum bisa nerima, kan nggak enak juga. Tapi kami kejar terus supaya mereka siap terima kami sehingga biar ada kepastian deal-nya harganya berapa," ujarnya.
Menurut Rizal, keterlambatan pembahasan disebabkan oleh urusan internal Malaysia sehingga Bulog memilih menunggu sambil terus membangun komunikasi.
Ekspor Utamakan Kepentingan PetaniRizal menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto mengutamakan harga ekspor yang tidak merugikan petani dan tetap memberikan keuntungan yang layak bagi produsen beras dalam negeri.
Sebelumnya, Bulog mengungkapkan rencana ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia masih berada pada tahap negosiasi harga dan direncanakan akan dibahas lebih lanjut melalui kunjungan ke Sarawak.
Selain Malaysia, pemerintah juga menyiapkan ekspor sebanyak 10 ribu ton beras ke Singapura yang telah dibahas dalam pertemuan bilateral Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dengan Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura Grace Fu pada 29 Juni 2026 di Jakarta.




