Reaksi Menteri PPPA Hadapi Kasus Remaja di Sampang Diperkosa 27 Orang

liputan6.com
6 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi, memastikan pihaknya mengawal secara menyeluruh penanganan dugaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 15 tahun di Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

"Kepentingan terbaik bagi anak harus menjadi prioritas utama. Negara tidak boleh membiarkan anak menghadapi kekerasan sendirian. KemenPPPA memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan, pendampingan hukum, layanan psikologis, serta dukungan lainnya secara menyeluruh," kata dia di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Advertisement

BACA JUGA: Remaja 15 Tahun di Sampang Diperkosa 27 Orang

Arifah menegaskan, KemenPPPA telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Sampang, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA), aparat penegak hukum, serta lembaga terkait untuk memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi.

Selain itu, kata dia, KemenPPPA juga mendorong pemberian pendampingan psikososial, layanan kesehatan, bantuan hukum, serta penguatan sistem perlindungan bagi korban.

"Kami memastikan korban memperoleh perlindungan, pendampingan, dan pemulihan secara komprehensif, sekaligus mendorong agar proses hukum terhadap seluruh pelaku ditangani secara tegas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Arifah seperti dilansir dari Antara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Thread Lifting DOOTH Jadi Pilihan Baru Peremajaan Wajah Tanpa Operasi Besar
• 7 jam lalutabloidbintang.com
thumb
TP PKK Ajak Kader Perkuat 10 Program Pokok Selaras Astacita Demi Indonesia Emas 2045
• 17 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kejagung: Febrie Adriansyah mundur secara sukarela
• 49 menit laluantaranews.com
thumb
Wall Street Ditutup Menguat, Pasar Cermati Laporan Keuangan AS
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
PP HIMMAH Dukung Polda Metro Jaya dan Kortastipidkor Bongkar 3 Kasus Megakorupsi
• 2 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.