VIVA – Inggris dan Argentina kembali menjadi sorotan jelang pertemuan mereka di semifinal Piala Dunia 2026. Sebelum bentrok di fase empat besar, kedua negara pernah bertemu untuk terakhir kalinya dalam laga uji coba internasional pada November 2005.
Pertandingan yang berlangsung di Jenewa, Swiss tersebut berakhir dengan kemenangan dramatis Inggris 3-2 setelah sempat tertinggal dua kali.
Duel tersebut menjadi kelanjutan dari rivalitas panjang kedua negara yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Sejak Piala Dunia 1966, hubungan kedua tim diwarnai sejumlah insiden ikonik. Mulai dari kartu merah Antonio Rattin di perempat final, gol "Tangan Tuhan" dan gol solo Diego Maradona pada Piala Dunia 1986, hingga duel panas di Piala Dunia 1998 yang berakhir dengan tersingkirnya Inggris melalui adu penalti.
{{ England/status/1061911825049157632?s=20 }}
Empat tahun kemudian, Inggris membalas kekalahan tersebut dengan menang 1-0 atas Argentina di Piala Dunia 2002 melalui gol penalti David Beckham. Tensi rivalitas tetap terasa hingga keduanya kembali dipertemukan dalam laga persahabatan menjelang Piala Dunia 2006.
Saat itu, Inggris datang dengan skuad yang dipenuhi pemain generasi emas seperti David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard, Wayne Rooney, dan Michael Owen. Sementara Argentina diperkuat sejumlah bintang, di antaranya Juan Roman Riquelme, Hernan Crespo, Javier Zanetti, Walter Samuel, Carlos Tevez, serta Roberto Ayala.
Argentina tampil dominan sejak awal pertandingan. Paul Robinson beberapa kali melakukan penyelamatan penting sebelum Hernan Crespo akhirnya membuka keunggulan pada menit ke-30 setelah memanfaatkan umpan tarik Maxi Rodriguez.
Inggris mampu menyamakan kedudukan enam menit berselang. Berawal dari bola pantul hasil umpan Frank Lampard, David Beckham mengarahkan sundulan yang kemudian disambar Wayne Rooney menjadi gol.
Meski skor kembali imbang, Argentina tetap menguasai jalannya pertandingan. Tim asuhan Jose Pekerman kembali memimpin melalui sundulan Walter Samuel yang memanfaatkan umpan silang Juan Roman Riquelme.
Memasuki babak akhir, Inggris meningkatkan intensitas serangan. Steven Gerrard yang beberapa kali berpindah posisi akhirnya mengirim umpan silang akurat yang diselesaikan Michael Owen melalui sundulan pada menit ke-88 untuk membuat skor kembali menjadi 2-2.





