Tingkatkan Kualitas Air Bersih dan PHBS, Kampus Dorong Desa Temmapaduae Jadi Percontohan Filtrasi Air Sumur

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Tim Pengabdi Kemdiktisaintek 2026 menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) yang bertujuan meningkatkan kualitas sanitasi air bersih dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Desa Temmapaduae, Kabupaten Maros. Kegiatan ini juga menargetkan pencegahan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan pemanfaatan bahan herbal alami sebagai larvasida ramah lingkungan.

Ketua Tim Pengabdi, Annisa Junaid, ST.M.Eng, dosen Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (UMI), menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian masyarakat yang telah disosialisasikan kepada pemerintah dan warga setempat. Annisa menegaskan pentingnya air bersih sebagai kebutuhan dasar yang wajib terpenuhi untuk kehidupan sehari-hari.

“Persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang wajib terpenuhi untuk kebutuhan sehari-hari. Selain itu, air yang tercemar merupakan media masuknya kuman dan mikroorganisme ke dalam tubuh,” jelas Annisa.

Lebih lanjut, anggota tim dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Syech Yusuf Al Makassari Gowa, Hardi, SKM.M.M.Kes, menambahkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama melalui penggunaan air bersih yang aman.

Dalam kegiatan PKM ini, tim melakukan pelatihan simulasi teknik penjernihan air menggunakan metode saring zeolit filtrasi air bersih. Dosen FKM UMI, Dr. Alfina Baharuddin, SKM, M.Kes, memimpin pelatihan tersebut dengan harapan kualitas air masyarakat dapat memenuhi standar kesehatan secara fisik, kimia, dan biologi.

“Kami melakukan simulasi dan pelatihan teknik penjernihan air dengan metode saring zeolit filtrasi air bersih agar kualitas air masyarakat bisa sesuai dengan standar kesehatan,” beber Alfina.

Selain itu, penggunaan daun pepaya sebagai larvasida dan abate alami yang ramah lingkungan diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran penyakit DBD di daerah tersebut. Kegiatan ini melibatkan 15 orang mitra dan tiga mahasiswa sebagai bagian dari pelaksanaan program.

Annisa menegaskan bahwa kegiatan PKM ini sejalan dengan program pemerintah yang bertujuan membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pemberantasan kemiskinan.

“Diharapkan kegiatan PKM ini dapat meningkatkan cakupan air bersih dan sehat di daerah pedesaan. Hal ini tentunya mendukung salah satu program asta cita yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan,” pungkasnya. (*/)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Juli Masuk Minggu Ketiga, Bansos PKH Sudah Cair? Ini Jadwal Pencairan Hari Ini
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Hafal Al-Qur’an, 176 Murid RHIS Diwisuda di Claro
• 11 jam laluharianfajar
thumb
Transaksi Kosmetik di TikTok Tertinggi, BPOM Khawatir Produk Ilegal Merajalela
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Menag: Alumni PTKIN Harus Jadi Teladan, Bukan Sekadar Ilmuwan
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Park Gyu Young Dikabarkan Jadi Lawan Main Lee Min Ho di Drakor Virtual Love
• 20 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.