TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga Perumahan Alam Serua 2, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, mengeluhkan keberadaan kandang ayam yang berdiri di tengah permukiman warga.
Pasalnya, kandang ayam yang dibangun di atas tanah seluas empat hektar itu, kerap mengeluarkan bau tak sedap, terutama pada pagi dan malam hari.
"Bau sengitnya itu di pagi hari ya, pada angin-angin di pagi hari karena ke rumah-rumah. Terus siang tuh sampai sore enggak terlalu bau tuh. Muncul lagi itu malam hari, baunya kayak gitu," ujar Ketua Lingkungan Perumahan Alam Serua, Doddy (35) kepada Kompas com, Senin (13/7/2026).
Baca juga: Detik-detik Penangkapan Pengirim Pesan Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15, Tanpa Perlawanan
Bau tak sedap itu muncul saat kandang tersebut mulai kembali beroperasi sejak minggu ketiga Juni 2026.
Ketika itu, baunya dinilai sangat menyengat dan dianggap mengganggu aktivitas warga setempat.
Bahkan, bau menyengat tersebut mulai tercium setelah kandang ayam yang sebelumnya tidak beroperasi dan kembali diisi ayam.
"Setelah kami telusuri, ternyata kandang yang sebelumnya tidak aktif itu kembali beroperasi dan sudah ada ayam lagi di dalamnya," Jelas dia.
Menurut dia, kandang ayam tersebut berada sangat dekat dengan permukiman warga. Bahkan, jaraknya diperkirakan hanya sekitar 10 hingga 15 meter dari pagar perumahan.
Kondisi itu membuat warga khawatir terhadap dampak yang dapat ditimbulkan apabila kandang ayam terus beroperasi di dekat lingkungan tempat tinggal mereka.
Menurutnya, selain mengganggu kenyamanan, warga juga mengkhawatirkan potensi pencemaran, limbah peternakan, hingga munculnya lalat yang dapat berdampak pada kesehatan.
Baca juga: Meme Timpa Teks Demo Agustus Khariq Anhar Berujung Pidana, Rekan Aktivis: Enggak Asyik!
"Yang kami pikirkan bukan hanya baunya hari ini. Kami khawatir dampaknya dalam jangka panjang terhadap kesehatan warga. Apalagi kalau nanti masuk musim hujan, kami khawatir limbah dan lalat akan semakin banyak," kata dia.
Atas dasar itu, warga kemudian menyusun surat penolakan terhadap operasional kandang ayam yang ditandatangani warga sekitar.
"Kami membuat surat penolakan karena yang kami rasakan bukan hanya bau, tetapi juga ada kekhawatiran soal sanitasi, limbah, dan dampaknya terhadap lingkungan permukiman," kata Doddy.
Selain menyampaikan keberatan kepada pihak pengelola kandang, warga juga telah mengirimkan surat Pemerintah Kota Tangerang Selatan agar persoalan tersebut segera ditindaklanjuti.
Sementara itu, pihak peternakan ayam di Ciputat, Tangerang Selatan, membantah kabar yang dikeluhan warga Perumahan Alam Serua terkait bau tidak sedap yang berasal dari kandang miliknya.





