Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Ternyata Orangtua Murid, Sempat Jemput Anak ke Sekolah

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.

Pengirim Teror Bom di SDN Srengseng Sawah Ternyata Orangtua Murid, Sempat Jemput Anak ke Sekolah

IDXChannel - Polisi mengungkap fakta baru terkait sosok MY (34), pelaku yang mengirim ancaman teror bom ke SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi menyebut, pelaku ternyata orang tua dari salah satu siswa di sekolah tersebut. 

"Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya juga bersekolah di sekolah tersebut," kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imannudin kepada wartawan, Senin (13/7/2026). 

Baca Juga:
Trump Bakal Jatuhkan Bom di Iran Jika Tidak Menyukai Kesepakatan Damai

Iman menambahkan, pelaku sempat menjemput anaknya usai mengirimkan pesan tersebut. Sebagaimana diketahui, para siswa di SDN itu dibubarkan dan diminta pulang usai adanya teror bom. 

"Tadi pagi yang bersangkutan sempat juga menjemput anaknya dari sekolah pada saat diberitahukan ada teror terkait dengan ancaman bom tersebut," kata dia. 

Baca Juga:
AS Lanjut Bombardir Iran usai Trump Nyatakan Gencatan Senjata Berakhir

Berdasarkan penyidikan sementara, pelaku berdalih hanya iseng saat melakukan ancaman teror bom tersebut. Meski begitu, polisi masih melakukan serangkaian pendalaman.

Diketahui, ancaman teror itu dikirimkan saat siswa sedang melakukan upacara pagi tadi. Setelah penyisiran Tim Gegana dan Densus 88 Antiteror, tidak ditemukan adanya bahan peledak di lokasi. 

Baca Juga:
Ini Motif Pelaku Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 saat Hari Pertama Masuk Sekolah

Polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku.

"Betul (Dicek kejiwaan pelaku)," kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan Ipda Alpino De Tech.

Tak hanya memeriksa kondisi psikologis, polisi juga akan menggunakan pendekatan ilmiah dalam proses penyidikan. Psikologi forensik akan dilibatkan bersamaan dengan metode scientific crime investigation guna mengurai seluruh fakta, mulai dari motif hingga kemungkinan ada pihak lain yang berkaitan dengan aksi tersebut.

"Penyidik akan melibatkan psikologi forensik dan menerapkan metode scientific crime investigation melalui pemeriksaan barang bukti digital, analisis forensik serta pendekatan ilmiah lainnya," kata dia.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Momen Akrab Kapolri dan Jaksa Agung Sampai Sapa Kakak Asuh
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Gas Sumatra kepada Investor, Perkuat Prospek Bisnis
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Harga Emas Antam Stabil Rp 2,65 Juta/Gram, Galeri24 Rp 2,63 Juta/Gram
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Stop Begadang! Tidur Sebelum Jam 11 Malam Bisa Bantu Cegah Jerawat
• 18 jam lalutabloidbintang.com
thumb
USU Akan Dampingi Korban Pelecehan Seksual Jika Ingin Laporkan Pelaku ke Polisi
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.