300 Warga Bogor Barat Terdampak Kekeringan, 8.000 Liter Air Bersih Disalurkan

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Sumber mata air dan sumur warga Bubulak, Bogor Barat, Kota Bogor, mengalami kekeringan.

Sekitar 90 keluarga atau 300 warga pun terdampak.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, BPBD Kota Bogor menyalurkan sekitar 8.000 liter air ke lokasi terdampak.

Baca juga: Warga Kota Bogor Alami Kekeringan Sebulan, Andalkan Tampungan Air dan Minta Tetangga

"Assessment dan penyaluran air bersih sekitar 8.000 liter sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko dalam keterangan resminya, Senin (13/7/2026).

Sebelumnya, BPBD Kota Bogor telah mengirimkan sekitar 4.000 liter air bersih ke RT 04/07, Kedung Halang yang mengalami peristiwa serupa.

Dimas menyebut sekitar 50 KK terdampak kekeringan.

"Dikarenakan sumber mata air dan sumur warga kering. Kejadian ini mengakibatkan kekeringan di wilayah tersebut berdampak pada 50 KK," kata Dimas kepada wartawan di Balai Kota Bogor, Senin.

Warga Kota Bogor yang mengalami kekeringan bisa langsung melaporkan secara mandiri ke BPBD Kota Bogor ke nomor hotline Pusdalops, 088809112569.

BMKG memprediksi curah hujan rendah di Kota Bogor mulai Juli hingga September dengan rincian intensitas hujan Juli sekitar 50 sampai dengan 100 milimeter per hari, Agustus hingga September sekitar 20 sampai 50 milimeter per hari.

Penurunan curah hujan menjadi penyebab utama dan pemicu awal terjadinya kekeringan di wilayah Kota Bogor.

Baca juga: Curah Hujan Diprediksi Terus Menurun, BPBD Bogor Ingatkan Potensi Kekeringan hingga September

Oleh karena itu, warga perlu waspada untuk tetap menjaga kesehatan dan saling peduli satu sama lain ketika terjadi kekeringan.

"Tetap waspada, jaga kesehatan, dan saling peduli dengan tetangga sekitar," ujar dia.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, mengatakan, warga yang mengalami kekeringan dapat langsung menyampaikannya melalui aplikasi SiBadra atau aparat wilayah setempat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, lurah hingga camat diminta aktif mencari informasi titik kekeringan yang melanda di wilayahnya.

"Pemerintah Kota (Pemkot) harus hadir, Pemkot harus memberikan solusi, baik jangka pendek maupun jangka panjang," kata Jenal di Balai Kota Bogor, Senin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AHY: Giant Sea Wall Bukan Proyek Roro Jonggrang!
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Takjub, Ruben Onsu Ungkap Jenazah Ibunda Vega Darwanti Tercium Wangi: Masya Allah, Luar Biasa
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Menteri Myanmar dorong penguatan kerja sama wisata salju Heilongjiang
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Apa itu Zakat Profesi dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
• 6 jam lalukatadata.co.id
thumb
Lebih dari 15 Ribu Koperasi Merah Putih Rampung, Pemerintah Targetkan 40 Ribu Beroperasi pada Akhir 2026
• 11 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.