Pemkab Sumedang Kejar Target Proyek Sekolah Rakyat, Ini Progresnya

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BANDUNG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengakselerasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Ujungjaya agar dapat beroperasi sesuai target yang ditetapkan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati menekankan pentingnya sinergi lintas sektoral guna memastikan seluruh kebutuhan fasilitas pendidikan tersebut terpenuhi tepat waktu. Hal ini krusial mengingat proyek ini melibatkan berbagai tanggung jawab yang tersebar di masing-masing perangkat daerah.

"Sekolah Rakyat ini merupakan kerja bersama. Setiap OPD memiliki tanggung jawab yang harus diselesaikan tepat waktu sehingga seluruh kebutuhan sekolah dapat terpenuhi sesuai target," ujar Tuti.

Pemerintah Kabupaten Sumedang menargetkan persiapan infrastruktur rampung tepat jadwal. Hingga 25 Agustus 2026, seluruh pekerjaan ditargetkan sudah mencapai kondisi fungsional dengan minimal 50% fasilitas utama siap digunakan untuk menunjang aktivitas belajar mengajar.

Tuti memerinci terdapat enam aspek mendasar yang menjadi prioritas pengerjaan, meliputi ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, asrama, kantin, serta ruang makan dengan kapasitas pelayanan hingga 600 siswa.

"Yang terpenting adalah fasilitas-fasilitas utama sudah bisa difungsikan. Ada enam aspek yang harus dipenuhi, yaitu ruang kelas, ruang guru, ruang kepala sekolah, asrama, kantin, dan ruang makan yang mampu melayani sekitar 600 siswa," katanya.

Baca Juga

  • Daya Tampung Sekolah Rakyat Jatim Tembus 5.370 Siswa tapi Jenjang SD Masih Sepi Peminat
  • Pembangunan Sekolah Rakyat di Sumedang Capai 87%, Ditarget Beroperasi Penuh September
  • Ditjen Prasarana Strategis Alokasikan Rp26,3 Triliun untuk Bangun 100 Sekolah Rakyat pada 2027

Selain fokus pada sarana pendidikan, aspek keamanan di area proyek menjadi perhatian serius. Tuti menginstruksikan pemasangan pembatas atau garis polisi pada area pembangunan yang masih berisiko guna mencegah akses dari siswa maupun masyarakat umum.

"Keamanan anak-anak harus menjadi prioritas. Area yang belum aman harus diberi police line sehingga tidak ada yang masuk ke lokasi yang masih dalam proses pekerjaan," tegasnya.

Di sisi lain, Sekda juga meminta kesiapan jadwal pembersihan lingkungan sekolah sebelum operasional dimulai. Sebagai bagian dari persiapan, Pemerintah Kabupaten Sumedang dijadwalkan menggelar Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada 14 Juli 2026 bagi calon penghuni sekolah.

Guna menunjang operasional harian, kepastian ketersediaan infrastruktur dasar seperti pasokan air bersih, listrik, dan jaringan internet terus dimatangkan. Terkait suplai air, pemerintah daerah akan berkoordinasi intensif dengan PDAM untuk menjamin aliran yang optimal.

Terakhir, Tuti mengingatkan perihal tata kelola lingkungan, khususnya sistem pengelolaan sampah yang harus menerapkan prinsip pemilahan sejak dini.

"Sampah harus dipilah sesuai jenisnya. Kalau tidak dipilah, sampahnya tidak akan diangkut. Karena itu, sistem pengelolaan sampah harus sudah disiapkan sejak sekarang," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Sumatera kepada Investor, Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis dan Konektivitas Gas Sumatera
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Disdik DKI Buka Hotline Aduan Bullying Saat MPLS
• 17 jam laludetik.com
thumb
Jaksa Agung: Sinergitas Polri-Kejaksaan Tak Hanya Hari Ini, Kita Satu Kesatuan
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Tegaskan Titik Peluncuran Serangan AS Akan Menjadi Target Sah Serangan Balasan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kecewa Mutasi Lurah Dinilai Tidak Manusiawi, Warga Tambak Wedi Wadul ke DPRD Surabaya
• 8 jam laluberitajatim.com
Berhasil disimpan.