Colombo (ANTARA) - Menteri Urusan Perempuan dan Anak Sri Lanka, Saroja Savithri Paulraj, mendesak para orang tua untuk memakaikan anak-anak prasekolah pakaian yang menutupi lengan dan kaki mereka untuk melindungi mereka dari nyamuk penyebar demam berdarah.
Paulraj menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers di Departemen Informasi Pemerintah pada peringatan Pekan Anak Usia Dini Nasional, Senin.
Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan Kementerian Pendidikan Sri Lanka baru-baru ini yang mengizinkan siswa mengenakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki sebagai langkah pencegahan terhadap DBD.
Menurut Paulraj, para orang tua juga perlu menerapkan langkah perlindungan serupa bagi anak-anak usia prasekolah dan memakaikan mereka pakaian yang sesuai sebelum mengantar mereka ke lembaga prasekolah.
Dia juga mendorong para orang tua untuk menggunakan penolak nyamuk yang aman bagi anak-anak apabila diperlukan, serta mengambil semua langkah pencegahan yang memungkinkan guna menghindari gigitan nyamuk.
Sang menteri mengungkapkan DBD masih menjadi perhatian di lingkungan lembaga pendidikan dan memperingatkan bahwa dua pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat krusial.
Sri Lanka saat ini tengah mengalami lonjakan kasus DBD. Hingga 12 Juli, jumlah kasus yang dilaporkan di negara tersebut pada 2026 telah mencapai 68.672 kasus, dengan 47 kematian akibat penyakit tersebut.
Paulraj menyampaikan imbauan tersebut dalam konferensi pers di Departemen Informasi Pemerintah pada peringatan Pekan Anak Usia Dini Nasional, Senin.
Pernyataan itu disampaikan menyusul keputusan Kementerian Pendidikan Sri Lanka baru-baru ini yang mengizinkan siswa mengenakan pakaian yang menutupi lengan dan kaki sebagai langkah pencegahan terhadap DBD.
Menurut Paulraj, para orang tua juga perlu menerapkan langkah perlindungan serupa bagi anak-anak usia prasekolah dan memakaikan mereka pakaian yang sesuai sebelum mengantar mereka ke lembaga prasekolah.
Dia juga mendorong para orang tua untuk menggunakan penolak nyamuk yang aman bagi anak-anak apabila diperlukan, serta mengambil semua langkah pencegahan yang memungkinkan guna menghindari gigitan nyamuk.
Sang menteri mengungkapkan DBD masih menjadi perhatian di lingkungan lembaga pendidikan dan memperingatkan bahwa dua pekan ke depan akan menjadi periode yang sangat krusial.
Sri Lanka saat ini tengah mengalami lonjakan kasus DBD. Hingga 12 Juli, jumlah kasus yang dilaporkan di negara tersebut pada 2026 telah mencapai 68.672 kasus, dengan 47 kematian akibat penyakit tersebut.





