Rekan Kerja Ungkap Perubahan Sikap Kepala SPPG Rancamulya, Sebelum Ditemukan Tewas Diduga Bunuh Diri

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, BANDUNG - Perubahan sikap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rancamulya 02, Sopyan Fathurohman, mulai dirasakan rekan-rekan kerjanya sekitar tiga bulan, sebelum ditemukan meninggal dunia di King's Shoping Centre, Kota Bandung, pada Minggu (12/7/2026).

Sopyan disebut menjadi lebih pendiam, sulit diajak berkomunikasi, hingga akhirnya sempat kehilangan kontak dengan rekan kerjanya selama dua pekan.

BACA JUGA: Kepala SPPG Tewas Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Surat Permintaan Maaf

Mitra SPPG Rancamulya 02 Kabupaten Bandung, Fazri mengatakan rekan-rekannya di SPPG terkejut dengan kabar meninggalnya Sopyan.

"Saya mendengar kabar langsung dari pihak keluarganya, bukan dari medsos. Justru sebelum kejadian saya coba komunikasi cari-cari ke mana Pak Sopyan, ke saudaranya ditanya, ke kakak iparnya, ke keluarganya," kata Fazri saat ditemui di SPPG Rancamulya, Senin (13/7).

BACA JUGA: Minta Pengelola SPPG Tak Curangi Menu MBG, Prabowo: Jangan Satu Ayam Dipotong 20

Fazri menuturkan, dirinya sempat berusaha menghubungi Sopyan, membahas perihal operasional dapur SPPG yang akan kembali memproduksi Makan Bergizi Gratis (MBG), mengingat kegiatan belajar mengajar di sekolah yang sudah dimulai.

Namun, usahanya tidak membuahkan hasil dan justru mendapatkan kabar mengejutkan.

BACA JUGA: Baru Keluar dari Rumah Sakit, Wali Kota Bandung Farhan Tinjau ke Sekolah

"HP nya sudah enggak aktif dua minggu ke belakang. Saya menanyakan perihal tentang dapur gimana ini mau jalan lagi apa enggak setelah libur," ucapnya.

"Tapi enggak ada jawaban sama sekali, jadi intinya saya juga lost contact gitu. Selama libur enggak ada komunikasi sama sekali. Nah, pas kemarin terjadi kejadian kaya gitu syok aja, kenapa bisa seperti itu, padahal di dapur enggak ada masalah," lanjutnya.

Dirinya mulai melihat perubahan sikap dari sosok Sopyan yang biasanya ceria. Sebelum dapur libur, Sopyan lebih banyak diam dan melamun, kesehariannya tidak seperti biasa.

Sopyan juga jadi sosok pribadi yang tertutup dan enggan bercerita kepada rekan-rekannya.

"Awal-awal saya bisa komunikasi lancar. Suka bercanda, cuma pas mungkin tiga bulan ke belakang jadi agak beda. Beda tuh, agak tertutup, ditanya juga enggak ada komunikasi apa-apa. Enggak bisa bercanda, enggak bisa diajak komunikasinya lah agak tertutup. Malah saya suka tanya, 'Pak Sopyan kenapa?' katanya enggak ada apa-apa," jelasnya.

Saat jasad Sopyan ditemukan, polisi menemukan surat wasiat yang ditinggalkan.

Isi suratnya berisikan curahan hati Sopyan yang meminta maaf karena belum bisa memenuhi ekspekstasi rekan-rekannya di dapur MBG.

Sopyan juga menyinggung perihal masalah pribadi dengan wanita, yang diduga kekasihnya.

"Kalau isu-isu banyak, karena cewek, karena kerjaan di dapur. Tapi kan saya juga enggak mau memastikan, jadi intinya kerja di dapur aman. Cuma ini mah asumsi saya pribadi, mungkin merasa tertekan dengan calon istrinya," ungkapnya.

"Saya juga pernah lihat, cuma yang harus digarisbawahi ini ke calon istrinya, kalimat ke calon istrinya 'Maaf juga saya enggak sesuai, enggak bisa sesuai ekspekstasi," sambungnya.

Jasad Sopyan dimakamkan di TPU Rancamanyar, dan pihak keluarga pun sudah mengikhlaskan kepergiannya.(mcr27/jpnn)


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPOM: Pelanggaran Peredaran Kosmetik Paling Banyak Ditemukan di TikTok
• 13 jam laluviva.co.id
thumb
800–1.000 Kuota SMP Negeri di Kabupaten Kediri Masih Kosong, Disdik Gencarkan Home Visit Cegah Anak Putus Sekolah
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Terduga Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Terancam Penjara Maksimal 20 Tahun, Polisi Dalami Motif Pelaku
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Polisi Cek Kejiwaan Peneror Bom ke SDN Srengseng 15 Jaksel
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Program Prioritas Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.