Dokter Korea Ungkap Tren Botulinum Toxin Berubah, Hasil Natural Kini Jadi Pilihan Utama

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Dunia estetika medis terus berkembang. Jika dahulu perawatan dengan botulinum toxin identik dengan wajah yang tampak kaku akibat efek "frozen face", kini tren justru bergeser ke arah hasil yang lebih alami dan tetap mempertahankan ekspresi wajah.

Hal itu disampaikan dokter estetika asal Korea Selatan, dr. Chang Doo Yeoul, yang menilai filosofi "less is more" kini menjadi pendekatan utama dalam industri kecantikan Negeri Ginseng.

Menurut dr. Chang dalam wawancara di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, keberhasilan tindakan botulinum toxin bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk yang digunakan. 

Faktor lain seperti kemampuan dokter, teknik penyuntikan yang presisi, hingga analisis karakteristik wajah setiap pasien memegang peranan yang sama pentingnya.

"Hasil yang sukses tentu dipengaruhi oleh kualitas produk. Namun, selain itu juga ditentukan oleh penggunaan botulinum toxin yang telah disetujui, keahlian dokter, serta teknik penyuntikan yang presisi," ujar dr. Chang.

Ia menjelaskan, setiap orang memiliki anatomi wajah, kualitas kulit, serta kebutuhan estetika yang berbeda. Karena itu, setiap tindakan sebaiknya diawali dengan evaluasi menyeluruh agar hasil yang diperoleh tetap aman, natural, dan sesuai harapan pasien.

Dr. Chang mengatakan, efek botulinum toxin umumnya mulai terlihat dalam beberapa hari setelah tindakan. 

Meski demikian, hasil maksimal biasanya baru tampak setelah dua hingga tiga minggu, dengan daya tahan sekitar lima hingga enam bulan, tergantung kondisi pasien, kebiasaan sehari-hari, serta dosis yang diberikan.

Dokter estetika asal Korea Selatan, dr. Chang Doo Yeoul, keberhasilan tindakan botulinum toxin bukan hanya ditentukan oleh kualitas produk yang digunakan. (Dok. Istimewa)

Tren Bergeser ke Hasil yang Lebih Natural

Menurut dr. Chang, perkembangan penggunaan botulinum toxin saat ini jauh melampaui fungsi utamanya untuk menyamarkan kerutan.

Melalui pendekatan seperti Nabolift, botulinum toxin dimanfaatkan untuk memberikan efek lifting dan membantu mengurangi volume pada area wajah tertentu. 

Sementara Naboglow bekerja pada lapisan intradermal untuk memperbaiki kualitas kulit tanpa mengubah bentuk wajah.

"Naboglow membuat kulit menjadi lebih halus, mengecilkan tampilan pori-pori, mengurangi produksi minyak di wajah, serta meningkatkan pancaran kulit secara keseluruhan, sambil tetap mempertahankan gerakan wajah yang alami," jelasnya.

Ia menambahkan, tidak ada batasan usia tertentu bagi pasien yang ingin menjalani Nabolift maupun Naboglow. 

Penentuan tindakan lebih bergantung pada kondisi kulit, anatomi wajah, tanda-tanda penuaan, serta penilaian dokter terhadap kebutuhan masing-masing individu.

Dr. Chang juga melihat perubahan besar dalam tren estetika di Korea Selatan. Jika sebelumnya masyarakat lebih menyukai perubahan wajah yang dramatis, kini mereka justru memilih perbaikan yang lebih halus.

"Dulu tren lebih mengarah pada perubahan bentuk wajah secara dramatis. Namun sekarang kami lebih percaya memperbaiki bagian yang memang dibutuhkan," ujar dr. Chang.

"Kami percaya 'less is more', yaitu perbaikan yang halus biasanya memberikan hasil yang lebih memuaskan," lanjutnya.

Ke depan, ia meyakini penggunaan botulinum toxin akan semakin mengarah pada dosis yang lebih kecil sehingga ekspresi wajah tetap terlihat alami. 

Selain itu, dokter juga akan semakin banyak mengombinasikan berbagai jenis treatment sesuai kondisi masing-masing pasien, bukan lagi mengandalkan satu prosedur saja.

dr. Chang juga menilai perkembangan industri estetika di Indonesia sangat menjanjikan. Menurutnya, dokter-dokter di Indonesia memiliki semangat belajar yang tinggi dan akan terus berkembang melalui kolaborasi serta pelatihan internasional.

"Saya percaya yang paling penting adalah memiliki mindset untuk terus belajar dan terus berkembang. Hal tersebut bukan hanya berlaku bagi dokter di Indonesia, tetapi juga bagi dokter di Korea," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
15,845 Koperasi Desa Merah Putih Set to Begin Operations in August  
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Rakyat Akan Digelar dalam 4 Gelombang
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Mencari Nominal Ideal Biaya Haji 2027
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Intip Koleksi Buku Prabowo di Perpustakaan Pribadinya, dari Sejarah Perang hingga Filsafat
• 20 jam laluidxchannel.com
thumb
Kelompok E3 Kecam Serangan Iran terhadap Kapal Komersial di Selat Hormuz
• 23 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.