Ringkasan Berita
- Pemerintah Kota Kediri kembali mengoperasikan lima armada Bus Sekolah pada hari pertama masuk sekolah atau MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 untuk melayani mobilitas pelajar.
- Bus Sekolah beroperasi setiap Senin-Jumat mulai pukul 05.30 WIB dari Terminal Tamanan dengan tiga rute utama menuju Kelurahan Dermo, Bawang, dan Rejomulyo.
- Dinas Perhubungan Kota Kediri akan menggelar sosialisasi di sejumlah sekolah saat MPLS agar siswa baru mengenal layanan Bus Sekolah dan semakin banyak yang memanfaatkannya.
- Setiap armada dilengkapi pengemudi dan pendamping guna menjamin keselamatan penumpang. Dishub juga mengimbau orang tua tidak mengizinkan anak di bawah umur mengendarai sepeda motor ke sekolah.
Kediri (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kembali mengoperasikan layanan Bus Sekolah pada hari pertama masuk sekolah atau Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (13/7/2026).
Sebanyak lima armada disiapkan untuk melayani mobilitas pelajar menuju sekolah dengan mengutamakan aspek keamanan, keselamatan, dan kenyamanan selama perjalanan.
Lima Armada Layani Tiga Rute Utama
Bus Sekolah beroperasi setiap Senin hingga Jumat dengan titik keberangkatan dari Terminal Tamanan mulai pukul 05.30 WIB.
Adapun tiga rute utama yang dilayani meliputi:
Terminal Tamanan – Kelurahan Dermo
Terminal Tamanan – Kelurahan Bawang
Terminal Tamanan – Kelurahan Rejomulyo
Sistem penjemputan dilakukan secara fleksibel. Bus dapat berhenti di sepanjang jalur apabila terdapat pelajar yang menunggu di tepi jalan sesuai rute yang dilalui.
Masing-masing armada memiliki kapasitas sekitar 29 penumpang.
Dishub Gelar Sosialisasi Saat MPLS
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan jumlah pengguna Bus Sekolah pada hari pertama belum sepenuhnya normal.
Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh lulusan siswa kelas IX yang sebelumnya menjadi pengguna aktif, sementara peserta didik baru masih belum banyak mengetahui keberadaan layanan tersebut.
Meski demikian, antusiasme pelajar untuk memanfaatkan Bus Sekolah dinilai tetap tinggi.
Untuk meningkatkan jumlah pengguna, Dishub menggandeng sejumlah sekolah untuk menggelar sosialisasi selama pelaksanaan MPLS.
“Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkenalkan Bus Sekolah kepada siswa baru agar mereka mengetahui rute, cara menggunakan layanan, sekaligus memanfaatkan transportasi sekolah yang aman dan nyaman,” jelas Arief.
Hingga saat ini, tiga sekolah telah menjadwalkan kegiatan sosialisasi, yakni SMP Negeri 5, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 8 Kota Kediri.
Dilengkapi Pendamping Demi Keselamatan
Setiap armada Bus Sekolah dilengkapi dua petugas yang terdiri atas seorang pengemudi dan seorang pendamping.
Pendamping bertugas membantu siswa saat naik maupun turun dari bus sekaligus memberikan edukasi mengenai keselamatan selama perjalanan.
Menurut Arief, keberadaan pendamping menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman bagi para pelajar maupun orang tua.
Imbau Orang Tua Tidak Izinkan Anak Mengendarai Motor
Dishub Kota Kediri juga kembali mengingatkan para orang tua agar tidak membiarkan anak yang belum cukup umur mengendarai sepeda motor ke sekolah.
Selain belum memenuhi ketentuan peraturan lalu lintas, anak di bawah umur dinilai belum memiliki kesiapan mental maupun kemampuan berkendara yang memadai.
“Manfaatkan Bus Sekolah ini, karena bukan hanya menjamin keamanan dan keselamatan anak di jalan melainkan juga ruang berinteraksi. Di dalam bus, anak-anak dapat saling bersosialisasi dan berkomunikasi dengan teman-teman dari sekolah lain. Kami berharap semakin banyak pelajar yang memanfaatkan layanan ini sebagai pilihan transportasi ke sekolah,” pungkas Arief.
Dengan kembali beroperasinya Bus Sekolah, Pemerintah Kota Kediri berharap semakin banyak pelajar beralih menggunakan transportasi umum yang aman sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak usia sekolah. [nm/ted]




